Forumkota.id, Kepri. Anambas – West Natuna Exploration Ltd bersama KUFPEC Indonesia Anambas (B.V) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan di wilayah operasionalnya dengan membangun fasilitas sanitasi serta melaksanakan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di MTs Al Ma’arif, Desa Batu Berapit, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi WNEL dan KUFPEC Indonesia bersama Yayasan Indocita Madani sebagai mitra pelaksana program. Pembangunan fasilitas sanitasi dan edukasi PHBS ini bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan nyaman bagi para siswa.
Project Officer Yayasan Indocita Madani, Anif Muchlashin, menyampaikan bahwa keterbatasan sarana sanitasi masih menjadi tantangan di sejumlah satuan pendidikan, khususnya di wilayah kepulauan terluar. Melalui program ini, pihaknya ingin memastikan siswa tidak hanya mendapatkan fasilitas fisik yang layak, tetapi juga pemahaman yang benar mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sejak usia dini.
“Harapannya, kebiasaan hidup bersih dan sehat ini dapat diterapkan secara berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan masyarakat,” ujar Anif.
Dalam program tersebut, dibangun satu unit fasilitas sanitasi umum di lingkungan MTs Al Ma’arif Jemaja yang dilengkapi dengan toilet, jamban sehat, septic tank permanen, serta sistem air bersih yang terhubung langsung dengan jaringan pipanisasi. Bangunan dirancang dengan mempertimbangkan efisiensi lahan, kenyamanan pengguna, serta prinsip ramah lingkungan guna meminimalkan risiko pencemaran air tanah.
MTs Al Ma’arif Jemaja dipilih sebagai lokasi kegiatan karena sebelumnya sekolah ini memiliki keterbatasan sarana sanitasi yang berdampak pada kenyamanan proses belajar mengajar dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi siswa.
Proses pembangunan dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan pihak sekolah, pemerintah desa, serta masyarakat sekitar. Kolaborasi ini mencerminkan semangat gotong royong serta sinergi antara dunia usaha, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Selain pembangunan fisik, kegiatan ini juga dirangkai dengan edukasi PHBS yang diikuti oleh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Edukasi disampaikan secara interaktif dengan materi mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, cara mencuci tangan yang benar, pengelolaan sampah yang higienis, serta perawatan fasilitas sanitasi agar tetap berfungsi dengan baik.
Kegiatan edukasi berlangsung dengan antusias. Panitia juga membagikan buku edukatif dan perlengkapan kebersihan sebagai sarana pendukung agar kebiasaan hidup bersih dan sehat dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Plt Kepala MTs Al Ma’arif Jemaja, Iskandar.S.Pd.I menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada WNEL, KUFPEC, dan Yayasan Indocita Madani atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Menurutnya, sebelum adanya bantuan ini, kondisi sanitasi di sekolah sangat terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan siswa secara layak.
“Dengan adanya fasilitas sanitasi yang baru, bersih, dan nyaman, siswa menjadi lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar. Lingkungan sekolah juga terasa lebih sehat. Program ini tidak hanya memperbaiki sarana, tetapi juga memberikan pemahaman penting kepada anak-anak tentang arti hidup bersih,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, khususnya Bupati Kepulauan Anambas, atas dukungan yang selama ini diberikan kepada MTs Al Ma’arif Jemaja. Peran pemerintah daerah dinilai sangat membantu, terutama melalui upaya komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat maupun pihak investor guna mendukung pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di wilayah kepulauan.
Lebih lanjut, fasilitas sanitasi tersebut juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Letaknya yang berdekatan dengan lapangan desa memungkinkan fasilitas dimanfaatkan warga saat kegiatan sosial, olahraga, maupun keagamaan, sehingga dampak program tidak hanya dirasakan oleh warga sekolah, tetapi juga masyarakat umum.
Melalui program ini, WNEL dan KUFPEC Indonesia berharap dapat menjadi contoh praktik baik kemitraan antara sektor swasta dan masyarakat. Dengan pendekatan partisipatif dan berorientasi keberlanjutan, pembangunan fasilitas sanitasi dan edukasi kebersihan terbukti mampu menghadirkan perubahan nyata di tingkat lokal.
Program ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan di Kabupaten Kepulauan Anambas.×××













