46 Ribu Jiwa Terkena Banjir Semarang-Demak, 8 Pompa Besar Turun Tangan

Forum Kota42 Dilihat

– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus bekerja sama dengan berbagai pihak dalam menghadapi banjir yang melanda Kota Semarang dan Kabupaten Demak dalam beberapa hari terakhir. Langkah yang dilakukan meliputi penggunaan tim dengan alat pompa untuk menguras air serta pendistribusian bantuan logistik kepada masyarakat yang terkena dampak.

Berkat tindakan tersebut, genangan air di jalur Pantura maupun daerah permukiman mulai berangsur menghilang. Pemerintah provinsi juga telah membangun dapur umum dan mendistribusikan makanan kepada warga serta para pengemudi yang terjebak di jalan akibat banjir.

banner 336x280

“Kami hari ini (Minggu, 26 Oktober 2025) masih terus menangani banjir di Semarang dan sekitarnya. Kami terus mempercepat dan berkoordinasi melalui dinas serta bekerja sama dengan Kabupaten Demak, Kota Semarang, dan pusat,” kata Gus Yasin dalam siaran langsung bersama CNN, Minggu 26 Oktober 2025.

Namun, ia mengakui bahwa proses penanganan belum sepenuhnya selesai karena beberapa unit pompa di Sungai Kaligawe, Sringin, dan Kali Tenggang masih dalam tahap perbaikan. Pemerintah provinsi telah menurunkan delapan unit pompa, termasuk pompa portabel dengan kapasitas 250 hingga 2.000 liter per detik di Sungai Kaligawe, serta melakukan perbaikan pada rumah pompa di Kali Tenggang.

Jika semua pompa beroperasi secara maksimal, kapasitas pengaliran air akan mencapai 6.000 liter per detik, sehingga genangan bisa berkurang lebih cepat.

“Meminta maaf kepada masyarakat Demak, Genuk Kota Semarang, serta para pengguna jalan yang terkena dampak banjir. Kami telah melakukan percepatan, namun memang belum secara luas. Insyaallah, pompa air di Kali Tenggang dengan kapasitas 6.000 lps akan membantu mempercepat surutnya genangan air,” katanya.

Untuk banjir yang menutupi RS Sultan Agung dan Universitas Sultan Agung, Gus Yasin mengatakan pihaknya sedang mencari cara bersama. Menurut laporan, kawasan industri Terboyo relatif aman, meskipun evakuasi karyawan sempat diperlukan.

“Dapur umum di lingkungan telah tersedia, serta alat berat untuk pengerukan sungai. Kami melakukan pemantauan bersama BBWS, memastikan pompa di Sungai Tenggang dan Sringin beroperasi secara maksimal,” tambahnya.

Pemerintah provinsi juga bekerja sama dengan BMKG karena curah hujan pada bulan Oktober ini mengalami peningkatan yang signifikan. Namun, menurut Gus Yasin, teknik modifikasi cuaca masih belum mampu mencakup seluruh daerah yang terkena dampak.

Sebagai solusi jangka panjang, ia menekankan percepatan pembangunan tanggul laut di pesisir utara Semarang dan Demak, baik bentuk giant sea wall maupun hybrid sea wall, yang direncanakan mulai beroperasi pada Desember.

Solusi berikutnya, seperti saran para ahli, adalah perbaikan budaya masyarakat dalam membuang sampah serta sistem saluran air. Alhamdulillah, pengelolaan sampah di Kota Semarang mulai menunjukkan peningkatan. Wilayah hulu juga memerlukan perhatian khusus, terutama dengan penanaman pohon. Kita tidak bisa meminta para petani untuk menghentikan penanaman singkong,” katanya.

Akibat kejadian banjir tersebut, sekitar 25.000 kepala keluarga atau 46.000 jiwa di wilayah Kaligawe Semarang dan Kabupaten Demak terkena dampaknya. Meskipun demikian, sebagian besar penduduk masih memutuskan untuk tinggal di rumah mereka dan belum dievakuasi.

“Belum ada orang yang ingin dievakuasi atau mengungsi, mereka memutuskan untuk tetap tinggal. Namun Dinsos telah menyiapkan dapur umum dan bersiap jika terjadi kemacetan. Kami juga memberikan bantuan makanan kepada para pengemudi yang terjebak dalam banjir,” kata Gus Yasin.

Ia meminta agar kendaraan kecil tidak melewati Jalan Kaligawe karena masih terdapat banyak lubang dan genangan air yang dalam.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan bahwa seluruh dinas dan pihak terkait telah bergerak sejak hari pertama banjir terjadi. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, mengungkapkan bahwa tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat telah menyiapkan dapur umum dan mendistribusikan bantuan logistik.

Kepala Pusdataru Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menambahkan, hingga Jumat (24/10/2025), delapan unit pompa telah beroperasi dengan kapasitas total 1.900 liter per detik sepanjang hari. Pompa-pompa ini ditempatkan di sekitar Kali Tenggang, Terboyo, dan Kali Sringin guna mempercepat penurunan genangan air.