Forumkota.id– Babak baru dalam skandal pengadaan Chromebook di Kabupaten Lombok Timur semakin panas. Kejaksaan Negeri Lombok Timur telah memanggil dan memeriksa Sekretaris Daerah (Sekda), sebuah langkah yang mengindikasikan penyidikan tidak lagi berkutat pada persoalan teknis administratif. Sumber terpercaya menyebutkan, pemeriksaan ini adalah sinyal kuat bahwa tim penyidik tengah membidik aktor-aktor kunci di balik kebijakan kontroversial tersebut.
“Pemeriksaan Sekda ini jelas bukan sekadar formalitas. Ini adalah pesan bahwa tidak ada yang kebal hukum, dan penyidikan akan terus berjalan hingga ke akar-akarnya,” ujar seorang pengamat hukum yang enggan disebutkan namanya.
Pengadaan Chromebook yang seharusnya menjadi solusi peningkatan kualitas pendidikan, justru berpotensi menjadi lahan korupsi yang melibatkan oknum-oknum tertentu. Diduga, ada praktik mark-up anggaran, penggelembungan harga, hingga penunjukan vendor yang tidak memenuhi syarat.
Kejaksaan Negeri Lombok Timur belum memberikan keterangan resmi terkait materi pemeriksaan Sekda. Namun, informasi yang beredar menyebutkan bahwa penyidik fokus pada proses perencanaan anggaran, mekanisme pengadaan, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
“Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan. Siapapun yang terlibat, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas sumber internal Kejaksaan.
Publik menanti dengan harapan, agar kasus ini dapat mengungkap tabir gelap praktik korupsi di daerah, serta memberikan efek jera bagi para pelaku kejahatan kerah putih.













