Bupati SBT Pimpin Sidak Awal Tahun 2026 di Dinas Kesehatan, Evaluasi Kinerja dan Layanan Kesehatan Masyarakat

Seram Bagian Timur – Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Fahri Husni Alkatiri, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) bersama Tim Penegakan Disiplin Kabupaten SBT di Dinas Kesehatan Kabupaten SBT, pada awal tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati SBT didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Inspektorat, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP), serta tim terkait lainnya. Kehadiran rombongan sidak langsung disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBT Punira Kilwalaga dan para kepala bidang, serta seluruh pegawai dan staf Dinas Kesehatan.
Sidak kemudian dilanjutkan dengan pertemuan resmi di ruang rapat Dinas Kesehatan SBT. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Fahri Husni Alkatiri didampingi Sekda melakukan dialog dan evaluasi bersama Kepala Dinas Kesehatan dan para kepala bidang.
Evaluasi Capaian Kinerja 10 Bulan
Mengawali pertemuan, Bupati mempertanyakan capaian kinerja Dinas Kesehatan selama 10 bulan masa kerja berjalan, terhitung sejak tahun 2025 hingga 5 Januari 2026. Kepala Dinas Kesehatan SBT kemudian memaparkan berbagai capaian yang telah diraih bersama jajarannya.
Salah satu fokus utama adalah fasilitas layanan kesehatan, khususnya Puskesmas. Dijelaskan bahwa saat ini terdapat 22 Puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten SBT. Menjawab pertanyaan Bupati terkait kecamatan baru, seperti Kecamatan Ukar Sengan, Kepala Dinas memastikan bahwa Puskesmas telah tersedia di kecamatan tersebut.
Bupati juga menanyakan kondisi Puskesmas yang masih tergolong baru. Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa terdapat 7 Puskesmas yang masih baru. Selain itu, terdapat beberapa Puskesmas yang dinilai sudah layak untuk direhabilitasi, yakni:
Puskesmas Desa Nama (Kecamatan Siritaun Wida Timur)
Puskesmas Miran (Kecamatan Gorom Timur)
Rencana Pembangunan Puskesmas Baru
Dalam pemaparan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan juga menyampaikan rencana pembangunan tiga Puskesmas baru, yang direncanakan berlokasi di:
Tamher Warat, Kecamatan Kesui Watubela
Gusalau, Kecamatan Werinama
Desa Kampung Gorom Kecamatan Bula
Namun, untuk rencana pembangunan Puskesmas di Kampung Gorom, Kepala Dinas menjelaskan bahwa hal tersebut masih dipertimbangkan karena di wilayah tersebut telah terdapat Puskesmas Pembantu (Pustu). Bupati menambahkan bahwa wilayah Kampung Gorom juga sangat dekat dengan RSU dan Puskesmas Bula, sehingga pembangunan Puskesmas baru di wilayah tersebut ditangguhkan sementara dan diberikan catatan khusus.
Jumlah Pustu dan Pemanfaatannya
Bupati juga menanyakan jumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kabupaten SBT. Kepala Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa saat ini terdapat 68 Pustu yang tersebar di wilayah SBT.
Menurut Bupati, ke depan keberadaan Pustu perlu dievaluasi seiring dengan perkembangan infrastruktur jalan yang semakin membuka akses masyarakat menuju Puskesmas. Pustu yang lokasinya dekat dengan Puskesmas dapat dimanfaatkan untuk layanan cepat, seperti penanganan awal keadaan darurat, termasuk kebakaran dan kondisi penting lainnya, sejalan dengan visi dan misi “Gerak Cepat” Pemerintah Kabupaten SBT.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati juga menyoroti ketersediaan tenaga kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa Kabupaten SBT masih mengalami kekurangan dokter gigi, dengan kebutuhan sebanyak 17 orang, sementara yang tersedia saat ini baru 5 orang.
Meski telah ada program beasiswa dokter gigi, namun hasilnya masih belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan dan harapan daerah.
Setelah pertemuan di ruang rapat, Bupati SBT melanjutkan kegiatan dengan apel bersama seluruh pegawai dan staf Dinas Kesehatan di halaman belakang kantor. Dalam apel tersebut, Bupati secara langsung meminta masukan dari para pegawai terkait kinerja Kepala Dinas Kesehatan dan jajarannya, baik kelebihan maupun kekurangan.
Salah satu pegawai, Sutriyana, selaku pengelola BPJS, menyampaikan bahwa kinerja Kepala Dinas Kesehatan selama ini telah maksimal. Namun ia juga menyampaikan kendala yang dihadapi, khususnya terkait PBI APBD Provinsi, di mana masih terdapat data peserta yang belum lengkap.
Menanggapi hal tersebut, Bupati menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi langsung dengan Gubernur, serta menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan tersebut sebelum 20 Februari 2026, agar seluruh masyarakat SBT yang memiliki KTP SBT dapat memperoleh layanan kesehatan gratis.
Melalui sidak ini, Bupati SBT menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur untuk terus meningkatkan disiplin, kinerja, dan kualitas pelayananh kesehatan, serta memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang merata, cepat, dan berkualitas.












