Banjir Tahunan Kembali Terjang Lamongan, Ekonomi Rakyat Lumpuh dan Air Masuk ke Rumah Warga

Forum Kota1 Dilihat
banner 468x60

FORUMKOTA.ID__LAMONGAN — Banjir tahunan kembali menerjang Kabupaten Lamongan dan menjadi persoalan serius yang terus berulang dari tahun ke tahun. Luapan air tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan perekonomian rakyat kecil, merusak tambak, serta mengganggu aktivitas sosial masyarakat di sejumlah wilayah.

Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang memicu luapan Sungai Bengawan Jero. Air menggenangi rumah warga, jalan desa, jembatan penghubung, lahan pertanian, hingga tambak ikan. Kondisi ini menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup besar, terutama bagi petani dan pembudidaya tambak.

banner 525x280

Ribuan warga Lamongan terdampak langsung akibat banjir tersebut. Kelompok yang paling merasakan dampak adalah petani, buruh tani, dan petambak yang menggantungkan hidupnya dari hasil sawah dan tambak. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Glagah, Deket, hingga Mediyeng, Desa Ketapang.

Banjir tahunan ini terjadi hampir setiap tahun, khususnya saat puncak musim hujan antara Januari hingga Maret. Pada awal tahun ini, banjir kembali datang dengan intensitas cukup tinggi dan bertahan selama beberapa hari, membuat aktivitas warga lumpuh.

Genangan air meluas di wilayah dataran rendah Lamongan, terutama kawasan bantaran Bengawan Jero. Di Mediyeng, Desa Ketapang, sejumlah jembatan desa terendam banjir sehingga akses transportasi warga terganggu. Selain itu, air masuk ke dalam rumah-rumah warga, merendam lantai serta perabotan rumah tangga, dan memaksa masyarakat bertahan dalam kondisi serba terbatas.

Banjir disebabkan oleh beberapa faktor utama, antara lain curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus, luapan Bengawan Jero akibat kiriman air dari wilayah hulu, sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air besar, serta infrastruktur pengendali banjir yang belum optimal. Kombinasi faktor tersebut menjadikan banjir sebagai bencana rutin tahunan yang hingga kini belum tertangani secara menyeluruh.

Dampak banjir sangat dirasakan masyarakat. Aktivitas ekonomi warga lumpuh karena jalan desa dan jembatan terendam. Tambak ikan jebol sehingga ribuan ikan keluar dan hanyut, mengakibatkan kerugian besar bagi petambak. Lahan pertanian terendam dan terancam gagal panen. Air yang masuk ke rumah warga merusak perabotan dan mengganggu kenyamanan serta kesehatan keluarga. Selain itu, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan distribusi logistik turut terdampak.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan, seperti normalisasi sungai, perbaikan sistem drainase, serta pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Langkah tersebut dinilai penting agar banjir tahunan tidak terus menjadi beban dan penderitaan berkepanjangan bagi masyarakat Lamongan.

M Faisol Ansyori

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *