Dugaan Pinjaman Berbunga Tinggi Rugikan Anggota dan Warga, Komandan Denma Divif 3 Kostrad Didesak Bertindak

Forum Kota0 Dilihat
banner 468x60

Forumkota.id Gowa– Dugaan praktik peminjaman uang dengan bunga tinggi yang diduga dijalankan oleh istri seorang anggota TNI AD Berpangkat Kopral Berinisial A di lingkungan Denma Divif 3 Kostrad menjadi perhatian masyarakat. Informasi yang beredar dalam beberapa waktu terakhir menyebutkan adanya keluhan dari sejumlah pihak yang mengaku menjadi nasabah pinjaman dan merasa terbebani oleh sistem bunga maupun mekanisme penagihan yang diterapkan.

Sejumlah narasumber yang mengaku sebagai nasabah telah menemui langsung jurnalis Forum kota untuk menyampaikan keluhan mereka. Menurut pengakuan para narasumber, mereka juga menunjukkan sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diklaim berkaitan dengan proses peminjaman dan penagihan yang cukup menekan nasabah.

banner 525x280

Para narasumber mengaku berharap adanya perhatian dari pihak berwenang terhadap persoalan yang mereka sampaikan. Namun demikian, dokumen dan percakapan yang diperlihatkan kepada jurnalis tersebut belum dapat dipastikan keabsahannya melalui pemeriksaan resmi sehingga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang.

Munculnya informasi tersebut memicu perhatian masyarakat karena dugaan praktik tersebut disebut-sebut melibatkan keluarga seorang anggota TNI AD Berpangkat Kopral yang bertugas di lingkungan Denma Divif 3 Kostrad. Sejumlah warga menilai bahwa apabila informasi tersebut benar, maka persoalan tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap citra institusi dan perlu mendapatkan perhatian serius.

Perhatian publik kini tertuju kepada Komandan Denma Divif 3 Kostrad, Letkol Inf Hamanja. Sejumlah warga berharap pimpinan satuan dapat segera melakukan klarifikasi, pendalaman, dan penelusuran terhadap informasi yang berkembang guna memastikan kebenaran dugaan tersebut serta melakukan penindakan.

“Masyarakat hanya menginginkan kejelasan. Jika informasi yang beredar tidak benar, maka perlu ada penjelasan resmi agar tidak berkembang menjadi fitnah. Namun apabila ditemukan adanya pelanggaran, maka penanganannya diharapkan dilakukan secara profesional dan sesuai aturan yang berlaku,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Menurut sejumlah tokoh masyarakat, transparansi dalam menangani setiap laporan yang menyangkut lingkungan keluarga aparat negara menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik. Langkah cepat dan objektif dari pimpinan satuan dinilai dapat mencegah berkembangnya spekulasi yang berpotensi merugikan semua pihak.

Masyarakat juga berharap setiap informasi yang disampaikan oleh para pelapor dapat diverifikasi secara menyeluruh, termasuk dengan meminta keterangan dari pihak-pihak yang disebut dalam dugaan tersebut. Dengan demikian, hasil yang diperoleh nantinya dapat memberikan kepastian dan kejelasan bagi semua pihak.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari Letkol Inf Hamanja maupun dari pihak yang disebut dalam dugaan tersebut. Oleh karena itu, asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan sampai adanya hasil pemeriksaan resmi dan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan.

 

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *