Lamongan – Dalam acara diskusi dan temu bersama yang diadakan oleh komunitas LAMONGAN TANGI (LANTANG) pada masa Bulan Ramadhan, tokoh masyarakat yang dihormati, Pak Suhandoyo, menyampaikan serangkaian poin penting terkait proklamasi perubahan untuk Kabupaten Lamongan. Acara yang berlangsung di Posko Pengaduan Rakyat (JL. Kinameng No. 41 Sidokumpul Lamongan) dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk perwakilan LSM, ormas, jurnalis, pemuda pemudi, dan masyarakat umum yang peduli dengan masa depan daerah.
POIN PENTING PERUBAHAN YANG DISAMPAIKAN
1. Pembangunan Berbasis Potensi Lokal yang Berkelanjutan
Pak Suhandoyo menekankan bahwa Lamongan memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga pariwisata budaya. “Kita tidak boleh hanya bergantung pada bantuan luar atau program pusat semata. Harus ada sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan, sehingga hasilnya bisa dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan,” ujarnya.
2. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Menurutnya, perubahan yang nyata tidak bisa tercapai tanpa SDM yang kompeten dan memiliki integritas. “Kita perlu fokus pada pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi anak muda Lamongan. Selain itu, penyuluhan tentang nilai-nilai kejujuran dan rasa memiliki terhadap daerah harus terus digalakkan sejak dini,” jelasnya.
3. Pembangunan Infrastruktur yang Berpihak pada Masyarakat
Poin selanjutnya adalah tentang infrastruktur yang tidak hanya sekadar “monumen”, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. “Jalan desa yang menghubungkan lahan pertanian, sarana air bersih, dan fasilitas kesehatan serta pendidikan yang mudah diakses harus menjadi prioritas utama. Setiap anggaran yang dialokasikan untuk infrastruktur harus diawasi secara ketat agar tidak sia-sia atau disalahgunakan,” tegasnya.
4. Pemberantasan Korupsi Sebagai Prasyarat Utama
Pak Suhandoyo menegaskan bahwa korupsi adalah “penyakit akar” yang membuat daerah terpuruk. “Tidak ada kemajuan yang bisa diraih jika dana publik yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat justru masuk ke kantong orang yang tidak bertanggung jawab. Kita harus membangun sistem pengawasan yang kuat, serta menumbuhkan budaya yang tidak mentolerir setiap bentuk korupsi, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat,” katanya.
5. Kedudukan Lamongan yang Mandiri dan Tidak Terpuruk
“Lamongan harus mampu berdiri sendiri dan tidak terpuruk oleh keadaan apapun – baik krisis ekonomi, bencana alam, maupun tantangan lainnya. Hal ini bisa dicapai jika kita memiliki sistem pangan yang mandiri, cadangan sumber daya yang siap, serta solidaritas antarwarga yang tinggi. Setiap elemen masyarakat harus merasa memiliki peran dalam menjaga kelangsungan daerah ini,” tambahnya.
POIN PENUTUPAN PENTING
Dalam bagian penutupan pidatonya, Pak Suhandoyo mengemukakan tiga poin krusial yang harus menjadi landasan perubahan Lamongan ke depan:
– “Integritas adalah Jantung dari Perubahan”
“Tanpa integritas, semua program dan rencana pembangunan akan hanyut dalam kebohongan dan penyalahgunaan kekuasaan. Setiap orang yang memiliki peran di pemerintahan maupun organisasi masyarakat harus menjunjung tinggi integritas sebagai nilai utama. Kita harus bersama-sama menciptakan lingkungan di mana koruptor tidak memiliki tempat untuk berkeliaran di Lamongan,” tegasnya dengan penuh semangat.
– “Masyarakat adalah Penguasa yang Harus Aktif”
“Proklamasi perubahan ini bukan milik satu orang atau satu kelompok, tetapi milik seluruh masyarakat Lamongan. Jangan tunggu pemerintah saja bergerak – masyarakat harus aktif mengawasi, memberikan masukan, dan terlibat dalam setiap tahap pembangunan. Hanya dengan kolaborasi yang erat, kita bisa menjamin bahwa Lamongan tidak akan terpuruk oleh keadaan apapun,” jelasnya.
– “Kedaulatan Ekonomi Lokal sebagai Fondasi Ketahanan”
“Kita harus membangun kedaulatan ekonomi lokal dengan mengembangkan produk-produk unggulan daerah dan memastikan bahwa keuntungan dari usaha-usaha lokal kembali bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Ini adalah kunci agar Lamongan memiliki daya tahan yang kuat terhadap berbagai tekanan luar dan bisa terus berkembang dengan mandiri,” pungkasnya.
Acara yang menegaskan “BUKAN DEMO” ini diharapkan dapat menjadi awal dari gerakan kolektif untuk membawa Lamongan menuju masa depan yang lebih baik, terarah, dan bebas dari korupsi.
Sunariyanto












