forumkota.id GOWA – Suasana di depan Gedung DPRD memanas hingga titik didih pada Selasa (07/04/2026). Massa yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Formasi Gowa, BMP Sul-Sel, dan Forgata Gowa meluapkan emosi dengan membakar ban bekas tepat di tengah jalan raya.
Kobaran api merah menyala dan asap hitam pekat mengepul tinggi, menjadi simbol nyata bahwa kesabaran masyarakat sudah habis. Aksi ini digelar lantaran isu skandal perselingkuhan yang melibatkan Bupati Gowa dengan mentor politiknya sudah bergulir selama dua pekan, namun hingga kini belum ada tanggapan dan penjelasan resmi dari pihak Bupati.
Terlihat jelas spanduk raksasa terbentang melintang di jalan dengan tulisan mencolok:
“BAU SKANDAL AROMA KETAKUTAN: SAAT KEKUASAAN MULAI KEHILANGAN LEGITIMASI
Salah satu koordinator aksi dalam orasinya menekankan bahwa sebagai pejabat publik dan kepala daerah, Bupati seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat.
“Bagaimana kemudian isu yang beredar terkait skandal yang melibatkan Bupati Gowa, itu sudah mencederai apa yang menjadi julukan Kabupaten Gowa. Di mana Kabupaten Gowa adalah kabupaten yang penuh dengan adat dan sejarah,” ujar orator di atas mobil komando.
Massa juga memberikan peringatan keras kepada Ketua DPRD yang baru dilantik tersebut agar tidak menjadi “tameng” bagi pihak yang bersalah, melainkan menjadi jembatan keadilan bagi rakyat. Mereka menuntut agar lembaga legislatif segera memanggil dan memeriksa Bupati, serta menjalankan fungsi pengawasan tanpa tebang pilih.
Merespons hal itu, Fahmi Adam menyampaikan komitmennya untuk segera membawa isu sensitif ini dibahas dalam rapat untuk mencari solusi terbaik dan seadil-adilnya bagi masyarakat Gowa.Gowa kini benar-benar sedang dalam darurat skandal, dan rakyat menuntut solusi segera, bukan sekadar pembelaan diri atau penyangkalan.
Aksi unjuk rasa ini berlangsung dengan tertib namun menuntut kejelasan dan akuntabilitas dari para pemimpin daerah.













