Tanah Datar, ForumKota.id,– Anggaran negara yang bersumber dari APBN senilai Rp6.5 milyar lebih yang dikuncurkan Dirjen Hortikulutura Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar tahun 2025 terindikasi gagal total.
Item Kegiatan pada Dinas Pertanian (Distan) kabupaten Tanah Datar yang dikelolah oleh Bidang Hortikultura ini adalah Green House (pola penanaman buah dalam prabikasi) yang tersebar pada 14 kecamatan di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan ini berlangsung tahun anggaran 2025, saat pantauan Forkot pada Green House Jorong sianau Indah (Jorong 5) Nagari Sungayang, kecamatan Sungayang, terlihat bangunan Green House yang telan biaya capai Rp.400 juta lebih, sudah tidak bermanfaat lagi, karena panen pertama buah Melon dinilai Gagal, dan saat ini green house akan dikontrakan kepala pihak lain.
Anggaran dialokasikan untuk program pengembangan green house (rumah kaca) di salah satu jorong sianauindah, Kecamatan Sungayang,Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, dinilai tidak memberikan hasil yang maksimal bahkan disebut gagal. Dana yang seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani itu dikabarkan tidak berjalan sesuai rencana yang ditetapkan.
Program yang digagas untuk mendukung ketahanan pangan daerah ini seharusnya menjadi solusi agar tanaman bisa dibudidayakan sepanjang tahun tanpa tergantung musim, serta meningkatkan nilai jual hasil pertanian. Namun, pantauan di lapangan menunjukkan banyak unit green house yang dibangun justru tidak berfungsi sebagaimana mestinya, terbengkalai, atau tidak dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani sasaran.
Dalam pantauan ForumKota-id,kamis(04/06) Memang proyek ini mangkrak dan tidak berjalan, saat di konfirmasi dengan PPTK Noflin Moninda Belum Ada Tanggapan Resmi dari PPTK
Hingga berita ini disusun, upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Noflin Moninda selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di lingkungan Dinas Pertanian Tanah Datar belum mendapatkan tanggapan. Pesan yang dikirimkan melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp belum dibalas, sehingga belum diketahui penjelasan resmi mengenai penyebab ketidaksuksesan program yang menelan biaya besar tersebut.
Salah satu warga menyebutkan, kegagalan ini diduga disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari perencanaan yang kurang matang, pembangunan yang tidak memperhatikan kondisi geografis setempat, hingga kurangnya pendampingan dan pelatihan bagi petani agar mampu mengelola fasilitas modern tersebut.”katanya”
Akibatnya, investasi yang sudah dikeluarkan dari kas negara terancam menjadi sia-sia dan tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hingga berita ini tayang, Dinas Pertanian Tanah Datar belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi program green house tersebut.***













