BPBD SBT Siaga Hadapi Ancaman Karhutla dan Kekeringan, M.  Bahrum Weulartafella: Personel dan Peralatan Siap Diterjunkan Kapan Saja

Forum Kota0 Dilihat

 

BULA, SERAM BAGIAN TIMUR PROVINSI MALUKU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah di kabupaten tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur, M. Bahrum Weulartafella, S.Sos. M.Si. saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/7/2026), mengatakan bahwa sejak awal musim kemarau pada Juni lalu, pihaknya telah mengaktifkan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana.

Menurutnya, fokus utama BPBD saat ini adalah penanganan dampak kekeringan yang menyebabkan sebagian masyarakat mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Sejak awal Juni kami sudah melakukan langkah-langkah antisipasi. Sampai saat ini BPBD tetap dalam kondisi siaga penuh. Kami terus memantau perkembangan di lapangan, baik terkait kebutuhan air bersih masyarakat maupun potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujar Bahrum.

Ia menjelaskan, seluruh personel BPBD telah dibagi dalam beberapa regu yang bertugas secara bergantian agar pelayanan penanggulangan bencana dapat berjalan selama 24 jam. Setiap regu memiliki jadwal siaga sehingga apabila terjadi keadaan darurat, personel dapat langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

Selain personel, BPBD juga telah memastikan seluruh peralatan penanggulangan bencana berada dalam kondisi siap digunakan.

Kami sudah membekali seluruh personel dengan perlengkapan yang memadai. Peralatan penanggulangan bencana sudah lengkap sehingga kapan pun dibutuhkan, tim dapat langsung bergerak ke lokasi tanpa harus menunggu persiapan lagi,” jelasnya.

Bahrum menuturkan, berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, kondisi musim kemarau diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Meski demikian, pihaknya tetap terus mengikuti perkembangan cuaca karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu.

Perkiraan BMKG menunjukkan musim kering masih berlangsung, namun kondisi cuaca tetap dinamis sehingga kami terus melakukan pemantauan. Selama musim kemarau masih berlangsung, status kesiapsiagaan tetap kami pertahankan,” katanya.

Dalam menghadapi kekeringan, BPBD SBT terus mendistribusikan air bersih ke wilayah-wilayah yang mengalami penurunan debit air. Tangki-tangki penampungan air telah ditempatkan di sejumlah titik agar masyarakat lebih mudah mendapatkan pasokan air bersih.

Menurut Bahrum, petugas rutin memeriksa volume air di setiap tangki. Jika persediaan mulai berkurang, mobil tangki BPBD segera melakukan pengisian kembali.

Setiap satu atau dua hari sekali kami mengecek kondisi penampungan air. Kalau volumenya sudah menurun, langsung kami isi kembali agar masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan air bersih,” ujarnya.

Ia menambahkan, distribusi air bersih tidak hanya dilakukan melalui titik-titik penampungan, tetapi juga dapat langsung diantarkan ke rumah warga yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi masyarakat yang tidak memiliki tempat penampungan air.

Kami tidak hanya mengisi tangki umum. Kalau ada warga yang membutuhkan dan tidak memiliki penampungan, mobil tangki kami siap mengantarkan air langsung ke rumah mereka,” katanya.

BPBD juga terus melakukan pelayanan distribusi air bersih di sejumlah kecamatan, termasuk Kecamatan Bula Barat yang menjadi salah satu wilayah prioritas akibat berkurangnya debit air di beberapa sumber air masyarakat.

Selain pelayanan air bersih, BPBD bersama TNI, Polri, serta unsur terkait terus memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. Personel yang telah mendapatkan pelatihan khusus dipastikan siap diterjunkan apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran maupun bencana lainnya.

Teman-teman kami sudah terlatih. Mereka memiliki kesiapan fisik maupun kemampuan teknis untuk menangani kebakaran hutan, lahan, maupun bencana lainnya. Seluruh regu selalu siaga sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” jelas Bahrum.

Di akhir keterangannya, Bahrum mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Kami mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air dan hanya menggunakannya sesuai kebutuhan.
Selain itu, jangan membakar sampah sembarangan, terutama di lahan kering atau area yang banyak ditumbuhi rumput karena api sangat mudah merambat dan dapat menimbulkan kebakaran yang lebih besar,” imbaunya.

Ia menegaskan bahwa BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur akan terus meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau berlangsung guna memastikan keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan akibat kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan. ***M. Lausepa.