Parade Kebangsaan di Lamongan, Cerminan Harmoni Antar Suku yang Menyatu

banner 636x380

Lamongan _ Forumkota.id — Sebagai penutup rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Alun-alun Kota Lamongan menjadi saksi indahnya persatuan dalam keberagaman. Pada Sabtu (5/9), digelar Parade Kebinekaan, sebuah perhelatan yang tak sekadar pawai, melainkan gambaran nyata semangat Bhineka Tunggal Ika yang tumbuh subur di bumi Lamongan.

Diiringi sorak-sorai warga, parade ini mempertontonkan kemegahan busana, tarian, dan tradisi dari berbagai etnis yang berdiam di Kabupaten Lamongan. Lebih dari sekadar tampilan visual yang memukau, kegiatan ini menjadi bukti hidup bahwa di tengah perbedaan suku, ras, dan adat istiadat, warga Lamongan tetap berjalan beriringan dalam harmoni dan persaudaraan.

banner 636x380

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi — yang akrab disapa Pak Yes — hadir memimpin dan mengapresiasi semangat kebersamaan yang terpancar. Dalam sambutannya, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai pengingat sekaligus pengikat nasionalisme.

“Berbagai etnis yang ada di Kabupaten Lamongan ini terus bersatu, menyatu dalam satu kesatuan. Mari kita wujudkan semangat Bhineka Tunggal Ika itu dengan saling bergandengan tangan, berjalan bersama dalam kebersamaan demi kejayaan Lamongan yang berkelanjutan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam acara luar biasa ini,” ujar Pak Yes di hadapan ribuan warga.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Lamongan, Sudjito, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar karnaval biasa. Ia menyebut Parade Kebangsaan sebagai ekspresi jati diri warga Lamongan yang lahir dari beragam latar belakang, namun tetap satu dalam cinta tanah air.

“Berbagai etnis di Indonesia mengitari Alun-alun Lamongan hari ini. Ini bukan sekadar karnaval — ini adalah ekspresi nyata insan-insan Lamongan yang berasal dari berbagai penjuru nusantara, tampil dengan kebanggaan atas adat dan budayanya masing-masing,” ungkap Sudjito.

Dalam perhelatan itu, panggung budaya Lamongan dihiasi penampilan khas dari beragam suku bangsa di Nusantara, antara lain: Jawa, Batak, Nias, Minangkabau, Tionghoa, Sunda, Madura, Bali, NTT, hingga Makassar. Semua tampil berdampingan, saling melengkapi, dan menyatu dalam irama persaudaraan Indonesia.

Parade Kebangsaan ini pun ditutup dengan harapan yang sama: semoga semangat persatuan ini tidak hanya hadir saat perayaan kemerdekaan, melainkan terus hidup dan mewarnai setiap langkah warga Lamongan dalam membangun daerah yang damai, maju, dan sejahtera.

Jurnalis: Sunariyanto

Editor: Redaksi

banner 636x380