Misteri Kematian Diplan Arya Daru: Mengapa Kasus Ini Sulit Terungkap?

Nasional143 Dilihat
banner 468x60

, JAKARTA –Kasus Arya Daru Pangayunan, diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia yang ditemukan tewas pada usia 39 tahun masih dalam penyelidikan polisi.

Arya Daru ditemukan tewas di dalam kamar indekosnya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada tanggal 8 Juli 2025.

banner 525x280

Saat ditemukan, kepala dan wajah Arya Daru dibungkus lakban kuning.

Dua pekan lebih, pihak berwenang belum juga mengungkap penyebab kematian diplomat Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan.

Apa yang sebenarnya masih ditunggu? Mengapa pengungkapan kasus ini begitu rumit?

Kronologi

Fakta terbaru mengenai peristiwa tersebut disampaikan oleh Polda Metro Jaya, yaitu keberadaan Arya Dari di atap lantai 12 gedung Kementerian Luar Negeri.

Tanggal dan waktu yang terlihat di sudut kiri atas rekaman CCTV menunjukkan Arya Daru berada di tempat tersebut pada hari Senin (7/7/2015) malam sekitar sebelum pukul 22.00 WIB.

Visual yang terlihat Arya Daru berdiri mondar-mandir selama sekitar 1 jam 26 menit, mulai pukul 21.43 hingga 23.09 WIB.

Polisi menyebut ada kantong belanja dan ransel yang dibawa ke atap.

Namun saat turun Arya Daru tidak terlihat membawa barang-barang tersebut.

“Hasil penyelidikan terhadap CCTV di gedung Kementerian Luar Negeri, tempat korban bekerja, serta hasil pemeriksaan saksi-saksi oleh penyelidik, maka diperkirakan bahwa pada tanggal 7 Juli 2025, pukul 21.43 hingga pukul 23.09 atau sekitar 1 jam 26 menit, diperkirakan korban berada di rooftop lantai 12 gedung Kemenlu,” kata Ade di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2025).

“Para penyelidik menemukan fakta bahwa berdasarkan pengamatan CCTV, awalnya korban naik dengan membawa tas selempang dan tas belanja, kemudian saat turun, korban tidak lagi membawa tas selempang dan tas belanja. Inilah fakta yang ditemukan,” tambah Ade.

Kakak ipar Arya Daru, Meta Bagus mengatakan bahwa adik iparnya pernah berkomunikasi dengan istrinya.

Komunikasi terakhir dilakukan oleh Arya Daru setelah pulang dari belanja pakaian di Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

“Pada malam itu, adik saya terakhir kali berhubungan dengan Daru sekitar pukul 9-an, dia (Daru) baru saja membeli baju di Grand Indonesia, sedang antre taksi,” kata Meta Bagus di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa (15/7/2025).

Bagus mengatakan setelah kejadian itu, Daru sudah tidak bisa dihubungi oleh adiknya.

Keterangan Kapolsek Metro Menteng, Kompol Rezha Rahandhi bahwa pada Senin (7/7/2025) sekitar pukul 22.30 WIB, Arya Daru terlihat menyapa penjaga kos sebelum masuk ke dalam kamarnya.

“Jadi korban sempat terlihat di area dapur untuk makan, mungkin baru saja mengambil pesanan Gojek. Dia juga sempat membuang sampah dan menyapa penjaga kosan yang berada di belakang. ‘Ayo mas’, begitu saja. Itu terlihat dari rekaman CCTV,” kata [nama], Rabu (9/7/2025).

Kompol Rezha juga menyebut istri Arya Daru sempat menghubungi Arya Daru Panguyunan sekitar pukul 21.00 WIB.

“Yang terakhir masih sempat teleponan pukul 21.00, itu pukul 9 malam. Terus pukul 5 pagi mungkin istrinya mengingatkan shalat atau apa saja, tapi tidak bisa (dihubungi) sampai pukul 7 atau pukul 8 pagi,” tambahnya.

Karena tidak lagi mendapatkan respons dari korban, sang istri kemudian menghubungi penjaga kos.

Pada pagi hari Selasa (8/7/2025) baru penjaga kos dan seorang pria diduga tetangga kos atau rekan kerja Arya Daru berusaha membuka paksa jendela kamar korban.

Tampak kondisi Arya Daru sudah meninggal dunia dengan kepala dibungkus plastik dan dilakban berwarna kuning.

Miliki Hasil Laboratorium

Polda Metro Jaya mengklaim telah memiliki hasil laboratorium forensik (labfor).

“Hasil laboratorium sudah keluar,” kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak kepada wartawan, Jumat (25/7/2025).

Meskipun demikian, Reonald mengatakan bahwa saat ini para penyidik masih melakukan penyesuaian atau sinkronisasi terlebih dahulu terkait hasil labfor tersebut.

Nantinya, setelah proses penyesuaian selesai dilakukan, maka penyidik akan segera mengumumkannya.

“Untuk kasus diplomat untuk hasil laboratorium sudah, sekarang masih dalam proses sinkronisasi, kemudian mengumpulkan semua alat bukti untuk menemukan fakta sebenarnya. Nanti akan disampaikan oleh Direktorat Kriminal Umum,” jelasnya.

Diketahui, diplomat muda ADP (39) ditemukan tewas di kamar kos kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025) pagi.

Saat ditemukan, kepala korban dibungkus plastik dan dililit pita.

Posisi tubuh korban berada di atas tempat tidur.

Pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam.

Polisi juga mengungkapkan tidak ada tanda-tanda kerusakan atau kehilangan barang di kosan ADP. (*)

Reynas Abdila/Tribunnews

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *