Pabrik BBM-LPG Terbesar Pertamina di Balikpapan Siap Beroperasi

Jawa Tengah134 Dilihat
banner 468x60

,JAKARTA — Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan terus berkembang menuju tahap akhir. Perkembangan terbaru,RDMP Balikpapansedang dalam tahap persiapan pengoperasian salah satu unit penting, yaituresidual fluid catalytic cracking (RFCC).

RFCC adalah unit pengolahan minyak yang memanfaatkan teknologi katalis untuk mengubah minyak berat atau residu menjadi produk bernilai tinggi seperti bensin, LPG, dan propilena.

banner 525x280

Perusahaan Kilang Pertamina Internasional (KPI), melalui perusahaan anaknya PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), mengakui terus berupaya menyelesaikan RDMP Balikpapan.

Pada momen perayaan Hari Kemerdekaan RI beberapa waktu lalu, proyek RDMP Balikpapan mencatatkan prestasi terbaru dengan melaksanakanloadingatau pemasukan awal katalis pada unit RFCC,” ujar Pjs. Corporate Secretary KPI Milla Suciyani melalui pernyataan resmi yang dikutip Selasa (26/8/2025).

KPI menetapkan bahwa RFCC baru di Kilang Balikpapan akan mulai beroperasi pada kuartal keempat tahun 2025. Milla menyatakan, katalis merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam penggunaan RFCC.

Katalis adalah bahan khusus yang digunakan untuk mempercepat proses pengolahan minyak di pabrik. Pemasukan katalis ke dalam tangki (hopper) menjadi tahap yang sangat krusial sebelum unit RFCC dioperasikan untuk pertama kalinya.

“Pemakaian katalis ini merupakan pencapaian penting yang menandai kesiapan unit RFCC. Unit ini akan memiliki peran krusial dalam memproses minyak berat menjadi produk berkualitas tinggi. Berkat keberhasilan tahap ini, Kilang Balikpapan semakin mendekati pengoperasian RFCC,” ujar Milla.

Ia mengatakan, unit RFCC yang akan segera beroperasi memiliki kapasitas pemrosesan sebesar 90.000 barel per hari (bph).

Menurut Milla, beroperasinya RFCC Balikpapan akan semakin meningkatkan kapasitas dan memperkuat kemampuan KPI sebagai penopang ketahanan energi nasional.

“Ini akan memperkuat kemandirian energi nasional karena pabrik dapat menghasilkan lebih banyak produk berkualitas tinggi,” tambahnya.

Ia mengatakan, RFCC di Kilang Balikpapan akan menjadi unit RFCC terbesar yang dimiliki oleh Pertamina. KPI juga memiliki unit serupa di Kilang Cilacap yang telah beroperasi sejak 2015. Sementara itu, RFCC di Kilang Cilacap memiliki kapasitas sebesar 62.000 barel per hari.

Milla menyatakan, prestasi ini juga selaras dengan Asta Cita pemerintah, khususnya cita ke-3 mengenai kemandirian ekonomi yang berbasis energi bersih dan berkelanjutan, serta cita ke-6 tentang pembangunan wilayah yang merata.

“Keberadaan RFCC tidak hanya memperkuat pasokan energi nasional, tetapi juga memberikan berbagai manfaat tambahan bagi Indonesia, seperti membuka kesempatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas industri, penyerapan tenaga kerja, serta dampak positif terhadap masyarakat sekitar,” kata Milla.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *