KABAR BANTEN –Pedagang di Pasar Anyar Kecamatan Anyar Kabupaten Serang menyampaikan keluhan terkait adanya tempat parkir yang dikenakan biaya.
Hal itu disebabkan oleh kehadiran tempat parkir yang dikenakan biaya, dianggap oleh para pedagang menyebabkan pengunjung menjadi sedikit.
Keluhan itu diungkapkan oleh para pedagang saat berjumpa dengan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Supiyanto di Pasar Anyar, Kamis 4 Desember 2025.
Seorang pedagang di Pasar Anyar, Tina, menyampaikan bahwa di pasar tersebut kini pengunjung harus membayar biaya parkir sebesar Rp2.000.
Hal ini dianggap sebagai faktor yang membuat pasar semakin sepi.
“Maka itu mengurangi jumlah pengunjung dan pendapatan yang menurun,” katanya kepada Kabar Banten, Kamis 4 Desember 2025.
Ia menyatakan bahwa biaya parkir telah berlangsung selama beberapa tahun.
Tina berharap area parkir itu dijadikan gratis.
Seperti Pasar Kranggot yang memiliki area parkir yang lebih luas dan gratis.
“Hanya di Pasar Kranggot yang besar tidak ada pungutan, ini orang masuk diperintahkan membayar, memang ada tiketnya,” katanya.
Ia berharap area parkir tersebut dilepaskan, agar tidak memberatkan pengunjung yang datang ke pasar.
Sejak adanya parkir yang dikenakan biaya, pendapatan para pedagang berkurang separuh.
“Turunnya separuh saja. Apalagi di sini sudah sepi seperti ini ditambah lagi adanya biaya tambahan. Jadi semakin sepi,” katanya.
Menurutnya, masalah tersebut telah disampaikan tetapi belum juga terselesaikan.
“Sudah pernah melaporkan kepada petugas pasar tetapi tidak ada penyelesaian,” katanya.
Pedagang lainnya, Halimah mengatakan pasar saat ini semakin sepi tanpa pengunjung.
Pendapatan para pedagang mengalami penurunan sekitar 70 persen.
“Ya itu karena adanya area parkir,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa adanya area parkir yang dikenakan biaya telah berlangsung sejak pasca pandemi Covid-19.
Bahkan ketika wabah Covid-19, pendapatan para pedagang justru meningkat.
“Jika para pedagang tidak perlu membayar, hanya pengunjung saja. Tiketnya tersedia, itu dari Dishub,” katanya.
Halimah berharap area parkir di pasar tersebut diberikan secara gratis karena memberatkan para pembeli.
“Karena itu mengurangi pendapatan kami. Untuk yang membeli tidak ada, yang menjual juga hanya duduk tanpa ada yang membeli,” katanya.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Supiyanto menyampaikan, telah menerima keluhan dari para pedagang.
Kemudian isu pasar tersebut terkait dengan Diskoumperindag, yang merupakan bidang perdagangan.
“Kami akan sampaikan kepada Diskoumperindag untuk bekerja sama dengan Dishub, karena masalah parkir ini berkaitan dengan Dishub. Ini adalah saran dan masukan bagaimana agar potensi pasar dapat digunakan secara efektif dan maksimal,” katanya.
Ditanya apakah mungkin diberikan secara gratis, ia menyatakan perlu diatur terlebih dahulu dengan instansi yang berwenang.
Karena pihaknya tidak bisa langsung memberikan secara gratis.
“Ini harus segera dihubungi dinas perhubungan,” katanya.
Isu pengelolaan parkir di pasar tersebut kembali ditangani oleh instansi yang berwenang.
Namun ia mengakui bahwa di Pasar Anyar pada awalnya tidak tersedia area parkir untuk masuk dan keluar.
Pelaksanaan parkir tersebut baru berjalan sekitar dua tahun.
“Sebelumnya hanya terdapat kantong-kantong parkir di dalam,” katanya.
Ditanya apakah mendukung penggratisan parkir, politisi PKS tersebut mengatakan jika kajiannya tepat mengapa tidak diterapkan.
Karena tempat parkir di Pasar Anyar juga merupakan salah satu sumber pendapatan yang selama ini dimiliki.
“Tetapi mengenai masalah pasar juga tentu ada dampaknya antara retribusi parkir dan retribusi pasar,” katanya.
Selanjutnya mengenai pengaturan pasar, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait khususnya kepala UPT Pasar.
Hanya 10 pasar yang efektif dari total 12 pasar di Kabupaten Serang.
“Termasuk salah satu pemasok retribusi pasar atau pendapatan meskipun memang belum maksimal,” katanya. ***













