FORUM KOTA.ID | TEGAL __ Polres Tegal melalui personel Pamapta III bergerak cepat merespons laporan kedaruratan 110 terkait insiden warga tersengat listrik di Desa Penujah RT 10 RW 04, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, pada Minggu (07/12/2025) sekitar pukul 09.17 WIB. Laporan tersebut langsung diteruskan ke jajaran piket fungsi untuk memastikan penanganan cepat di lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Abdurokhman, warga setempat kelahiran Tegal, 31 Desember 1985. Sehari-hari, korban bekerja sebagai buruh harian lepas dan dikenal oleh warga sekitar sebagai pribadi yang tekun serta sering membantu pekerjaan lingkungan. Pada hari kejadian, korban tengah melakukan aktivitas penebangan pohon di sekitar pemukiman warga sejak pukul 08.00 WIB. Penebangan dilakukan karena pohon tersebut dianggap mengganggu akses jalan dan berpotensi membahayakan saat angin kencang.
Saat memotong salah satu ranting, tanpa disadari bagian pohon yang ditebang menjangkau jaringan kabel listrik tegangan tinggi milik PLN. Kontak antara ranting dan kabel tersebut mengalirkan arus listrik ke tubuh korban. Sekitar pukul 09.00 WIB, korban mengalami sengatan listrik cukup kuat sehingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari ketinggian.
Warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian bertindak cepat. Mereka segera menyiapkan kasur sebagai bantalan guna meminimalisir risiko benturan keras saat tubuh korban jatuh ke tanah. Berkat respons spontan itu, korban berhasil mendarat lebih aman dan beberapa saat kemudian mulai menunjukkan tanda-tanda kesadaran. Warga memberikan pertolongan pertama semampunya sambil menunggu petugas kepolisian dan tenaga kesehatan tiba.
Setelah menerima laporan melalui layanan darurat 110, personel Polres Tegal segera diterjunkan ke lokasi. Tim Pamapta III langsung melakukan langkah penanganan awal, meliputi pengecekan kondisi korban, pengamanan area agar tidak terjadi insiden lanjutan, serta pengumpulan keterangan saksi dan bukti di sekitar tempat kejadian. Tindakan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga lain yang mulai berdatangan serta menghindari kemungkinan terjadinya korsleting listrik atau risiko tambahan di sekitar titik kejadian.
Komandan Pamapta III, IPDA Taufik Kusuma Wardhana, S.H., menerangkan bahwa respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang sigap dan tepat sasaran. Ia juga mengapresiasi ketangkasan warga yang membantu korban dengan tetap mengutamakan keselamatan.
“Kecepatan laporan masyarakat dan kolaborasi warga di lapangan sangat membantu proses penanganan. Kami terus mengingatkan bahwa setiap aktivitas di sekitar instalasi listrik harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian,” ujar IPDA Taufik.
Korban saat ini berada dalam kondisi sadar dan mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pihak kepolisian berkoordinasi dengan tenaga medis serta PLN untuk memastikan lokasi kejadian aman dan tidak menimbulkan bahaya susulan.
Melalui insiden ini, Polres Tegal mengimbau masyarakat untuk lebih waspada ketika melakukan pekerjaan yang melibatkan area dekat jaringan listrik. Masyarakat juga diminta segera menghubungi layanan darurat 110 ketika terjadi situasi membahayakan jiwa agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi.













