Bekantan Luka Ditemukan di Perkebunan PT TASK III Cempaga, Diserahkan ke BKSDA Sampit

Jawa Tengah133 Views

, SAMPIT –Seorang monyet bekantan jantan (Nasalis larvatus) ditemukan dalam keadaan memprihatinkan di area perkebunan PT TASK III, Desa Jemaras, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.

Hewan yang menjadi simbol primata Kalimantan ditemukan dalam kondisi lemah dengan cedera pada bagian kepala.

Temuan tersebut terjadi pada hari Selasa (22/7/2025) sore hari oleh seorang karyawan perkebunan yang bernama Maria.

Pada saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang dari kantor ketika melihat monyet berjalan di tepi jalan kebun.

Tanpa berpikir lama, Maria langsung membawa hewan itu ke rumahnya untuk diberi pertolongan pertama.

“Bekantan terlihat tidak mampu dan mengalami luka di bagian pelipis. Dibersihkan oleh Maria dengan betadine dan diberi antibiotik berupa ampisilin,” ujar Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, saat diwawancarai pada Sabtu (26/7/2025).

Beberapa hari setelah merawat monyet tersebut, Maria menyadari bahwa hewan itu termasuk dalam kategori satwa yang dilindungi.

Ia selanjutnya melaporkan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah melalui Pos Sampit.

Petugas BKSDA segera merespons laporan tersebut dan melanjutkannya dengan mengunjungi lokasi pada hari Jumat (25/7/2025).

Pemindahan dilakukan dengan melibatkan perusahaan sebagai pihak yang menyaksikan penyerahan.

“Kami menghargai tindakan Maria serta dukungan dari pihak perusahaan. Penyerahan dilakukan dengan sukarela dan lancar,” kata Muriansyah.

Saat ini, kera jantan tersebut sedang menerima perawatan lanjutan di bawah pengawasan medis BKSDA.

Tim dokter hewan akan melakukan pemantauan untuk memastikan kondisinya stabil sebelum menentukan apakah satwa tersebut layak dilepas kembali ke lingkungan asalnya.

Muriansyah mengatakan bahwa perhatian masyarakat seperti yang ditunjukkan oleh Maria merupakan contoh yang sangat baik.

Ia berharap, masyarakat tidak seenaknya memperlakukan hewan liar, terutama yang termasuk dilindungi oleh peraturan hukum.

“Jika menemukan hewan liar, jangan langsung mengambilnya atau membiarkannya. Segera hubungi kami atau pihak berwajib agar dapat ditangani dengan benar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti semakin meningkatnya kontak satwa liar dengan lingkungan manusia dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, musim kemarau dan kegiatan pembukaan lahan menjadi faktor utama yang mengganggu habitat alami hewan, termasuk bekantan.

Sebagai informasi, bekantan adalah primata yang hanya ditemukan di Pulau Kalimantan dan saat ini termasuk dalam daftar hewan yang terancam kepunahan.

Jumlah penduduknya terus berkurang karena kerusakan lingkungan hidup seperti penebangan hutan dan kebakaran hutan.

Upaya perlindungan terus dilakukan oleh berbagai pihak guna menjaga kelangsungan hidup spesies ini dari punah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *