BANDUNGREJO — Perundungan (bullying) di lingkungan sekolah masih menjadi tantangan serius yang memerlukan perhatian bersama. Kesadaran akan pentingnya menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dan inklusif mendorong kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 40 menggelar Sosialisasi Anti-Bullying di SD N 01 Bandungrejo, Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.
Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk siswa-siswi kelas 5 dan 6. Materi disampaikan secara interaktif melalui kuis edukatif dan pemutaran video animasi pembelajaran pencegahan perundungan. Pendekatan visual dan partisipatif ini diterapkan agar esensi materi dapat terserap dengan baik tanpa menimbulkan kejenuhan pada para siswa.
Para siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan, mulai dari kekerasan fisik, perundungan verbal seperti mengejek dan memberi julukan buruk, hingga perundungan sosial dan cyberbullying yang marak terjadi di era digital. Selain itu, mahasiswa KKN juga membagikan strategi praktis bagi para siswa untuk merespons tindakan perundungan secara bijak dan berani.
Koordinator Desa KKN UPGRIS Kelompok 40, M. Hanif Fadliansyah, menyampaikan bahwa program ini bertujuan membekali siswa sejak dini. “Melalui edukasi ini, kami ingin anak-anak paham cara melindungi diri, berani melapor kepada guru atau orang tua, serta menumbuhkan empati yang tinggi terhadap sesama teman di sekolah,” ujarnya..
Pihak sekolah menyambut positif inisiatif tersebut. Kepala SD N 01 Bandungrejo, Istatoah, S.Pd., mengapresiasi kontribusi nyata para mahasiswa KKN UPGRIS. “Kehadiran mahasiswa KKN memberikan wawasan baru yang sangat berharga bagi anak-anak. Kami berharap kegiatan ini terus membentuk karakter positif siswa sehingga lingkungan belajar semakin kondusif, harmonis, dan bebas dari segala bentuk kekerasan” ungkapnya.
Acara diakhiri dengan pembacaan slogan “Stop Bullying, Jadi Teman Baik!” secara serentak dan penuh semangat oleh seluruh siswa kelas 5 dan 6. *** Tim KKN
