Dari Data ke Google Maps, UMKM Bejalen Mulai Bangun Jejak Digital

banner 636x380

SEMARANG, Forumkota.id — Langkah nyata membangkitkan ekonomi desa lewat transformasi digital terus digalakkan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) turun langsung ke Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, untuk mendata sekaligus mendampingi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masuk ke dalam peta digital Google Maps, membuka peluang pasar yang jauh lebih luas bagi warga.

 

Kegiatan pendataan dan pemetaan ini berlangsung selama 21–27 Agustus 2026, di mana tim mahasiswa KKN mendatangi satu per satu unit usaha di seluruh wilayah Desa Bejalen. Tidak sekadar mencatat data, tim juga membantu memverifikasi dan memasukkan lokasi usaha ke dalam Google Maps, sehingga siapa pun — baik warga lokal maupun pengunjung dari luar desa — dapat dengan mudah menemukan kedai, warung, maupun produk unggulan warga hanya lewat genggaman tangan.

banner 636x380

“Kami ingin UMKM di Bejalen memiliki jangkauan yang lebih luas. Pendataan ini menjadi langkah awal agar usaha warga bisa lebih mudah ditemukan melalui Google Maps,” ujar Hesti Sundari, mahasiswa KKN UPGRIS yang memimpin program di bidang kewirausahaan.

 

Kehadiran tim KKN disambut antusiasme tinggi oleh para pelaku usaha. Salah satunya adalah Ibu Lastri, pemilik usaha di Desa Bejalen yang merasa sangat terbantu dengan inisiatif ini.

“Saya merasa terbantu dengan adanya pendataan ini. Kalau usaha kami bisa ditemukan di Google Maps, harapannya orang dari luar desa juga lebih mudah mengetahui dan datang ke tempat usaha kami,” ungkap Ibu Lastri dengan penuh harap.

Dengan adanya pemetaan lokasi secara digital, keberadaan UMKM Desa Bejalen tidak lagi hanya dikenal mulut ke mulut, namun kini terekam secara resmi di ruang publik digital. Calon pembeli dapat mengetahui jam operasional, lokasi tepat, hingga ulasan dari pengunjung sebelumnya — hal yang menjadi fondasi kuat untuk membangun kepercayaan sekaligus memperluas pangsa pasar.

Langkah ini bukan sekadar memindahkan lokasi ke peta digital, melainkan membangun jejak digital yang menjadi pintu gerbang bagi kemajuan ekonomi desa. Di masa depan, diharapkan inisiatif ini dapat terus berlanjut hingga mencakup pemasaran daring dan pembayaran nontunai, sehingga UMKM Bejalen semakin tangguh, mandiri, dan dikenal luas oleh masyarakat luar.

Editor – Redaksi

banner 636x380