“Tubuhku Milikku”: KKN UPGRIS Ajak Siswa SD Negeri Bejalen Kenali Batas Diri Sejak Dini

Forumkota.id _ Bejalen, 15 Agustus 2026 Mengenali tubuh dan memahami batas diri menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan edukasi seksual sejak dini yang dilaksanakan mahasiswa KKN UPGRIS di SD Negeri Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, pada Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan ini dikemas melalui metode bimbingan kelompok agar siswa dapat memahami materi dengan cara yang interaktif dan sesuai dengan usia mereka. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak siswa mengenali bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, sekaligus memahami bahwa setiap anak memiliki hak atas batas tubuhnya sendiri.

 

Selain mengenali batas tubuh, siswa juga diperkenalkan dengan tiga langkah utama dalam mencegah kekerasan seksual, yaitu mengenali batas tubuh, berani mengatakan “tidak” ketika merasa tidak nyaman, serta mencari bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya apabila menghadapi situasi yang membuat mereka merasa tidak aman.

Agar pembelajaran lebih menyenangkan, mahasiswa KKN menggunakan permainan mitos dan fakta. Melalui permainan tersebut, siswa diajak membedakan informasi yang benar dan keliru seputar tubuh serta perlindungan diri.

Materi juga diperkuat melalui lagu “Area Privasiku”. Lagu tersebut digunakan sebagai media sederhana untuk membantu siswa mengingat pentingnya mengenali area pribadi dan menjaga batas tubuh. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, siswa diajak melakukan penyimpulan dan refleksi mengenai materi yang telah dipelajari.

Bapak Suko selaku Kepala SD Negeri Bejalen menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai perlindungan diri perlu diberikan sejak dini agar anak memiliki bekal untuk menjaga dirinya.

Oplus_0

“Anak-anak perlu dibekali pemahaman sejak dini mengenai batas tubuh dan bagaimana menjaga dirinya. Dengan adanya edukasi seperti ini, kami berharap siswa semakin memahami bahwa mereka berhak merasa aman dan berani menyampaikan ketika mengalami sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman,” ujar Bapak Suko.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam diskusi, permainan, hingga menyanyikan lagu bersama. Cara tersebut membuat materi yang cukup penting dan sensitif dapat disampaikan dalam suasana yang lebih ringan dan mudah diterima oleh anak-anak.

Iffa Anil Izzah, perwakilan mahasiswa KKN UPGRIS, menjelaskan bahwa pemilihan metode pembelajaran yang interaktif dilakukan agar siswa dapat memahami materi tanpa merasa terbebani.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga diri bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mengenali batas tubuh, berani mengatakan tidak, dan mencari bantuan ketika merasa tidak aman. Karena itu, materi kami kemas melalui permainan, diskusi, dan lagu agar lebih mudah dipahami dan diingat,” ungkap Iffa Anil Izzah.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS turut mendukung sekolah dalam memberikan edukasi mengenai perlindungan diri dan pencegahan kekerasan seksual. Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat membantu siswa mengenali batas tubuhnya, menghargai batas tubuh orang lain, serta memiliki keberanian untuk mencari pertolongan ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman atau tidak aman.

Pada akhirnya, pesan sederhana “Tubuhku Milikku” diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menjadi bekal bagi siswa untuk tumbuh sebagai pribadi yang mampu mengenali, menghargai, dan melindungi dirinya sendiri.

Red