Diduga Siswa SMAN 14 Palembang Diarahkan Membeli Buku LKS Secara Mandiri, Penggunaan Dana BOS dan Kebijakan SPP Dipertanyakan

FORUM KOTA | PALEMBANG – Dugaan adanya siswa yang tidak memperoleh buku pelajaran di SMAN 14 Palembang menjadi sorotan. Sejumlah wali murid mengaku siswa dianjurkan membeli buku LKS secara mandiri, baik melalui platform belanja daring maupun melalui guru mata pelajaran.

Saat dikonfirmasi, Kepala SMAN 14 Palembang, Hj. Harry Susanty, S.Pd.,M.Si., meminta awak media menghubungi pihak humas sekolah.

“Silakan hubungi humas kami, Pak Hefrin. Ibu masih ada rapat dengan guru,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Humas SMAN 14 Palembang, Hefrin, membantah bahwa sekolah tidak menyediakan buku bagi siswa.

“Wa’alaikumsalam. Semua buku sudah dibagikan, namun masih ada satu atau dua mata pelajaran yang dalam proses pemesanan karena adanya penambahan jumlah siswa,” katanya.

Meski demikian, salah seorang wali murid mengaku masih ada siswa yang belum menerima buku untuk beberapa mata pelajaran sehingga disarankan membeli buku LKS sendiri.

“Ini Kak, di SMA 14 buku belum dibagikan sekolah. Buku LKS untuk belajar disarankan guru beli di Shopee atau langsung ke guru mapel. Tidak ada paksaan sih, walau bisa beli ke guru langsung. Ini untuk angkatan kelas XI. Saya beli di Shopee, lebih murah,” ungkap wali murid tersebut.

Atas kondisi tersebut, muncul pertanyaan dari sejumlah pihak mengenai penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya pada komponen pengadaan buku dan bahan pembelajaran bagi peserta didik.

Selain itu, awak media juga menerima informasi dari wali murid mengenai dugaan kebijakan yang mengaitkan pembayaran SPP dengan pelaksanaan ulangan.

Menurut pengakuan wali murid, siswa yang belum melunasi SPP sebesar Rp200.000 disebut tidak diberikan nomor peserta ulangan dan diminta membuat surat perjanjian dari orang tua mengenai waktu pelunasan sebelum diperbolehkan mengikuti ujian.

Hingga berita ini di tayangkan kepala sekolah SMAN 14 PALEMBANG Hj. Harry Susanty, S.Pd.,M.Si. Memilih bungkam dan tidak merespon konfirmasi awak media. (RED)