LOMBOK TENGAH –Forum Kota. id, Kabar miring kembali menerpa institusi pendidikan negeri di Lombok Tengah. Oknum Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model Lombok Tengah, Kecamatan Praya Tengah, diduga melakukan pungutan liar kepada wali murid. Pihak sekolah disinyalir mematok iuran variatif mulai dari Rp250.000 hingga Rp500.000 per siswa dengan dalih untuk pengadaan meja dan bangku belajar.
Praktik ini terkuak setelah sejumlah orang tua siswa mulai menyuarakan kegelisahan mereka. Salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku sangat keberatan dengan tarikan dana tersebut karena dinilai mencekik ekonomi keluarga.
”Kami diminta uang sekitar Rp250 ribu, bahkan ada yang sampai Rp500 ribu untuk beli meja dan bangku,” ungkap sumber tersebut saat ditemui pada Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, penarikan dana ini memang berkedok pemenuhan fasilitas penunjang belajar. Kendati demikian, kebijakan tersebut memicu gelombang tanda tanya besar dari para orang tua. Mereka mempertanyakan dasar hukum dan mekanisme penarikan anggaran, mengingat MTsN Model merupakan sekolah berstatus negeri yang semestinya tunduk pada regulasi ketat serta disokong penuh oleh anggaran negara.
Gelombang keresahan yang meluas ini membuat wali murid mendesak pihak otoritas untuk segera mengambil tindakan tegas. Mereka berharap Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Tengah beserta instansi pengawas pendidikan tidak tinggal diam.
”Kalau memang sekolah butuh fasilitas baru, bicarakan secara transparan, terbuka, dan lewat jalur aturan yang legal. Jangan tiba-tiba membebankan angka yang memberatkan wali murid,” tegas sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan pihak sekolah belum bisa ditemui untuk memberikan penjelasan.
editor : BH













