TANAH DATAR, FORUMKOTA.ID – Babak baru kepemimpinan institusi kepolisian di Luhak Nan Tuo resmi dimulai. Suasana penuh sakral dan kehangatan menyelimuti Markas Komando Polres Tanah Datar, Rabu (29/7/2026), saat dilaksanakan penyambutan Kapolres baru, AKBP Marwan Fajrin, S.I.K., M.I.K. Prosesi ini diwarnai Tradisi Pedang Pora—simbol penghormatan tertinggi sekaligus penyerahan amanah besar untuk menjaga keamanan dan kedamaian tanah Minangkabau ini.
Diiringi langkah gagah dan penuh penghormatan, AKBP Marwan Fajrin beserta istri melintas perlahan di antara deretan pedang terhunus yang dibentuk para perwira jajaran. Momen indah ini menandai dimulainya tanggung jawab memimpin ribuan personel, menjaga ketertiban, serta mengayomi jutaan warga di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Datar. Usai seremoni, acara berlanjut dengan laporan situasi, hingga agenda inti penyampaian Laporan Satuan dari Kapolres sebelumnya, AKBP Dr. Nur Ichsan Dwi Septianto.
AKBP Nur Ichsan memaparkan secara utuh gambaran kondisi wilayah, dinamika keamanan, hingga berbagai capaian dan program unggulan yang telah berjalan selama masa jabatannya. Langkah ini menjamin roda organisasi tetap berjalan mulus, berkelanjutan, tanpa kehilangan jejak prestasi yang telah dibangun bersama. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Apel Kesatuan yang diikuti seluruh personel Polres beserta jajaran Polsek se-Kabupaten.
Dalam pidato perpisahannya yang menyentuh hati, AKBP Nur Ichsan menyampaikan rasa syukur mendalam sekaligus permohonan maaf yang tulus. “Terima kasih atas kerja sama luar biasa seluruh personel. Jika ada kata yang terasa keras atau sikap yang kurang berkenan, saya mohon dimaafkan sebesar-besarnya. Semoga Polres Tanah Datar semakin kokoh dan senantiasa hadir melayani rakyat dengan sepenuh hati,” ucapnya haru.
Sambutannya, Kapolres baru AKBP Marwan Fajrin menyampaikan rasa terhormatnya diterima sebagai bagian dari keluarga besar Polres Tanah Datar. “Mari kita rajut kembali kebersamaan, pererat soliditas, dan bergerak bahu-membahu menghadapi segala tantangan. Saya hadir bukan untuk mengubah yang baik, melainkan melanjutkan dan meningkatkan pengabdian kita demi keamanan serta kesejahteraan seluruh warga,” tegasnya penuh semangat.
Pergantian tongkat komando ini bukan sekadar perpindahan jabatan, melainkan bukti kelangsungan pengabdian. Tradisi Pedang Pora mengingatkan semua pihak: amanah ini diemban dengan integritas tinggi, dilaksanakan dengan loyalitas tanpa batas, dan ditujukan semata demi terciptanya Tanah Datar yang aman, damai, kondusif, dan semakin maju di masa depan.***
