Gustavo Petro Mengkritik AS Setelah Visa Dicabut, Menyoroti Isu Palestina di PBB

Forum Kota77 Dilihat

BOGOTA –Presiden Kolombia Gustavo Petro pada hari Sabtu (27/9) menilai keputusan Amerika Serikat (AS) mencabut visanya menunjukkan bahwa New York mungkin tidak lagi layak menjadi markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Petro, tindakan AS tersebut melanggar prinsip imunitas yang menjadi dasar berdirinya PBB. Ia menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional.

Sehari sebelumnya, Jumat (26/9), Petro turut serta dalam aksi demonstrasi pro-Palestina di luar kantor pusat PBB, New York. Dalam aksi tersebut, ia meminta agar tentara AS tidak mengarahkan senjata mereka kepada kemanusiaan. “Lawan perintah Trump! Patuhi perintah kemanusiaan!” serunya.

Tidak lama kemudian, Departemen Luar Negeri AS melalui media sosial menyatakan akan mencabut visa Petro karena dianggap melakukan tindakan “sembrono dan provokatif.”

Melalui akun X, Petro menegaskan bahwa ia sudah tidak lagi memiliki visa AS.

Kami tidak peduli,” tulisnya. “Ada imunitas penuh bagi presiden yang menghadiri Sidang Umum PBB.

Petro juga mengkritik Washington karena menghalangi perwakilan Palestina hadir dalam Sidang Umum PBB. Ia kembali menyerukan kepada komunitas internasional untuk menghentikan bencana kemanusiaan di Gaza.

“Menolak masuknya Otoritas Palestina dan mencabut visa saya karena meminta tentara AS dan Israel tidak mendukung genosida, jelas menunjukkan bahwa pemerintah AS tidak lagi mematuhi hukum internasional,” kata Petro.

Ia bahkan meminta Presiden AS Donald Trump untuk mempertimbangkan kembali dukungannya terhadap tindakan militer Israel di Gaza.

“AS tidak akan mencapai kejayaan dengan membunuh bayi-bayi yang tak berdaya,” tegasnya.***