BULA, SERAM BAGIAN TIMUR PROVINSI MALUKU – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui modernisasi sektor pertanian. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan dengan keikutsertaan Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur pada Pekan Nasional (PENAS) XVI Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang berlangsung di Gorontalo pada 20–24 Juni 2026.
Kegiatan berskala nasional tersebut dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia pada 20 Juni 2026 dan ditutup oleh Presiden Republik Indonesia pada 24 Juni 2026. Forum tersebut mempertemukan ribuan petani, nelayan, penyuluh pertanian, akademisi, pelaku usaha, serta pemerintah daerah dari seluruh Indonesia untuk bertukar pengalaman, inovasi, dan teknologi terbaru di bidang pertanian.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur, Sofyan Waraiya, S.P., saat memberikan keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/6/2026).
Menurut Sofyan, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur mengirimkan perwakilan yang terdiri atas jajaran Dinas Pertanian, penyuluh pertanian, dan kelompok tani agar memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan teknologi pertanian modern yang telah berhasil meningkatkan produktivitas di berbagai daerah.
PENAS merupakan ajang nasional untuk berbagi inovasi dan teknologi pertanian. Seluruh kabupaten dan kota di Indonesia berkumpul untuk memperlihatkan keberhasilan masing-masing daerah sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Kami ingin pengalaman dan teknologi yang diperoleh di Gorontalo dapat diterapkan di Kabupaten Seram Bagian Timur,” ujar Sofyan.
Selama mengikuti PENAS XVI, rombongan Kabupaten Seram Bagian Timur mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari gelar teknologi, bimbingan teknis (Bimtek), studi banding, hingga mengunjungi berbagai stan inovasi pertanian dan demonstration plot (demplot) yang menampilkan teknologi terbaru.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian, kata Sofyan, adalah keberhasilan peningkatan produktivitas padi melalui penggunaan varietas unggul dan penerapan teknologi budidaya modern.
Menurutnya, apabila rata-rata produktivitas padi nasional masih berada pada kisaran lima ton per hektare, di lokasi demonstrasi Gorontalo terdapat lahan yang mampu menghasilkan hingga sekitar 12,5 ton per hektare melalui penerapan teknologi dan varietas unggul.
Teknologi seperti ini yang ingin kami pelajari. Target kami bukan sekadar mengejar angka, tetapi bagaimana produktivitas petani di Seram Bagian Timur dapat meningkat secara bertahap melalui intensifikasi pertanian dan penggunaan teknologi yang tepat,” katanya.
Sofyan menegaskan bahwa arah pembangunan pertanian nasional saat ini tidak lagi bertumpu pada pola tradisional, melainkan mengarah pada modernisasi melalui penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan).
Menurutnya, penggunaan traktor modern, mesin tanam padi, hingga peralatan mekanisasi lainnya mampu mempercepat pengolahan lahan, mengurangi biaya produksi, meningkatkan efisiensi kerja petani, sekaligus memperluas areal tanam.
Dengan mekanisasi, petani tidak lagi mengolah lahan secara manual. Pengolahan tanah menjadi lebih cepat sehingga luas tanam dapat meningkat dan pada akhirnya produksi pangan juga meningkat,” jelasnya.
Selain modernisasi alat pertanian, Dinas Pertanian juga akan mengembangkan penggunaan varietas unggul yang disesuaikan dengan kondisi iklim dan karakteristik lahan di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Sofyan menjelaskan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur dalam berbagai agenda nasional bukan sekadar menghadiri seremonial, melainkan menjadi bagian dari upaya memperjuangkan kepentingan petani daerah.
Menurutnya, komunikasi yang intensif dengan Kementerian Pertanian, penyampaian proposal kebutuhan daerah, serta partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan nasional telah menghasilkan dukungan nyata bagi Kabupaten Seram Bagian Timur.
Alhamdulillah, setelah komunikasi yang intens dengan Kementerian Pertanian dan penyampaian proposal berdasarkan kebutuhan daerah, kita telah memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian serta sarana pendukung lainnya,” ujarnya.
Bantuan yang telah dialokasikan kepada Kabupaten Seram Bagian Timur, menurut Sofyan, meliputi:
• 5 unit traktor roda empat;
• 10 unit mesin tanam padi;
• 5 unit hand tractor;
• 25 unit irigasi tersier;
• 25 unit irigasi perpompaan; dan
• 3 unit embung pertanian.
Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan dukungan terhadap program pengembangan benih dan peningkatan sarana produksi pertanian lainnya.
Sofyan menegaskan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian besar kepada daerah yang aktif menyampaikan usulan berdasarkan data yang valid, kebutuhan riil, serta kesiapan pelaksanaan di lapangan.
Ia mengatakan bahwa setiap proposal yang diajukan Dinas Pertanian selalu dilengkapi data teknis, luas lahan, kebutuhan petani, hingga titik koordinat lokasi sebagai bentuk pertanggungjawaban administrasi.
Kementerian membutuhkan data yang akurat. Daerah yang aktif hadir, menyampaikan kebutuhan dengan data yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan tentu memiliki peluang lebih besar memperoleh dukungan pemerintah pusat,” katanya.
Menurutnya, biaya perjalanan dinas untuk menghadiri kegiatan nasional harus dipandang sebagai investasi pembangunan apabila mampu menghasilkan program dan bantuan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Kehadiran daerah bukan sekadar memenuhi undangan. Kita datang membawa kebutuhan petani. Alhamdulillah hasilnya dapat dirasakan masyarakat melalui bantuan yang nilainya jauh lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan untuk menghadiri kegiatan tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan bahwa penyuluh pertanian dan kelompok tani yang ikut dalam kegiatan PENAS memiliki tanggung jawab untuk menyebarluaskan ilmu dan teknologi yang diperoleh kepada petani lainnya di Kabupaten Seram Bagian Timur.
Selanjutnya, Dinas Pertanian akan melakukan pendampingan sejak proses pengolahan lahan, penanaman, hingga panen agar seluruh bantuan pemerintah benar-benar mampu meningkatkan produksi pertanian.
Kami bersama penyuluh akan terus mendampingi petani. Target kami bukan hanya menyalurkan bantuan, tetapi memastikan bantuan tersebut benar-benar meningkatkan produktivitas, pendapatan petani, dan mendukung ketahanan pangan daerah,” tegasnya.
Sebagai bentuk akuntabilitas kinerja, Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur akan melakukan evaluasi terhadap perkembangan sektor pertanian hingga akhir tahun 2026.
Evaluasi tersebut akan membandingkan capaian produksi tahun berjalan dengan tahun sebelumnya sebagai indikator keberhasilan berbagai program yang telah dilaksanakan.
Kami akan menyampaikan secara terbuka perkembangan produksi pertanian pada akhir tahun nanti. Dari situ akan terlihat apakah program yang dijalankan berhasil meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani,” pungkas Sofyan.
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, pemerintah berkewajiban meningkatkan kapasitas, produktivitas, serta kesejahteraan petani melalui penyediaan sarana produksi, teknologi, pembiayaan, penyuluhan, dan pembangunan infrastruktur pertanian. Sementara itu, pembangunan sektor pertanian juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana diatur dalam berbagai kebijakan pemerintah di bidang pangan dan pertanian. *** M. Lausepa.












