Hartoyo: Jangan Merasa Paling Hebat, Pers Harus Menjadi Pemersatu Bukan Sumber Cacian

Lampung, Opini8738 Dilihat

Forum Kota |Lampung Tengah -Menanggapi tulisan opini yang berjudul “Dampak Dari Kebebasan Pers, Muncul Wartawan Gila atau Gila Wartawan”, Hartoyo menyampaikan bahwa kebebasan pers memang harus dijaga, namun kebebasan tersebut juga harus dibarengi dengan sikap dewasa, etika, dan kemampuan mengendalikan diri.

 

Menurut Hartoyo, seorang wartawan tidak seharusnya merasa paling senior, paling pintar, paling benar, atau paling hebat dibandingkan rekan-rekan lainnya. Sikap arogan, gemar mencaci, menghina, merendahkan profesi orang lain, hingga melontarkan kata-kata kasar justru dapat merusak marwah pers itu sendiri.

 

“Pers adalah profesi yang terhormat. Wartawan dituntut memberi edukasi kepada masyarakat, bukan mempertontonkan amarah, cacian, penghinaan, atau ujaran yang dapat melukai perasaan orang lain,” ujar Hartoyo.

 

Ia menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam dunia jurnalistik. Namun perbedaan tersebut hendaknya disampaikan dengan bahasa yang santun, argumentasi yang kuat, dan didukung fakta yang jelas.

 

Hartoyo juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang merasa berhak mengukur kemampuan orang lain hanya berdasarkan sudut pandangnya sendiri. Sebab setiap wartawan memiliki pengalaman, kemampuan, dan cara kerja yang berbeda.

 

“Tidak ada manusia yang sempurna. Jangan mudah menghakimi, jangan merasa paling benar. Semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin rendah hati dan semakin mampu menghargai sesama,” katanya.

 

Lebih lanjut, Hartoyo berharap kebebasan pers tidak dijadikan alasan untuk menyerang pribadi, mempermalukan orang lain, atau menciptakan konflik berkepanjangan di kalangan insan pers.

 

“Jika ada kritik, sampaikan secara elegan. Jika ada perbedaan, selesaikan dengan dialog. Jangan menjadikan media atau media sosial sebagai sarana meluapkan emosi yang akhirnya merugikan banyak pihak,” tegasnya.

 

Hartoyo mengajak seluruh insan pers untuk kembali kepada nilai-nilai jurnalistik yang menjunjung tinggi kebenaran, independensi, profesionalisme, dan etika.

 

“Pers akan dihormati apabila wartawannya mampu menjaga kehormatan dirinya sendiri. Mari saling menghargai, menjaga persaudaraan, dan mengedepankan etika dalam setiap tulisan maupun ucapan,” pungkas Hartoyo.