Helmi Meraih Dua Gelar Juara di Turnamen Tenis Meja PTM An Nuur Cup 2025 di GBA Ciganitri Bandung Jawa Barat

Olahraga104 Dilihat

– Helmi meraih dua gelar juara di turnamen tenis meja PTM An Nuur Cup 2025, yang berlangsung di Komplek GBA 2 Ciganitri Bandung Jabar, Sabtu 16 Agustus 2025.

Helmi meraih dua gelar juara di kategori tunggal dan ganda, setelah mengalahkan lawannya pada pertandingan final yang berlangsung hingga malam hari. Turnamen tahunan ini diikuti oleh 24 pemain yang bertanding di nomor tunggal dan 12 pasangan di sektor ganda.

Pada nomor ganda, Helmi yang berpasangan dengan Ferry menjadi juara setelah mengalahkan pasangan Dahyar dan Dikdik 3-1 (11-7, 11-4, 9-11, 11-8). Sementara di nomor tunggal, Helmi mengalahkan Usman 3-0 (12-10, 12-10, 14-12).

Sebelum melangkah ke final, pasangan Helmi/Ferry menghentikan laju duet Maman/Dedi dengan skor 3-1 (11-3, 11-8, 10-12, 11-3). Sementara pasangan Dahyar/Dikdik di semifinal mengalahkan Ervi/Dame 3-0 (11-5, 11-5, 11-8).

Sementara di nomor tunggal, Helmi melaju ke final setelah mengalahkan Demi 3-0 (11-5, 11-9, 11-6) di semifinal. Sedangkan Usman mengalahkan juara bertahan Dahyar 3-1 (11-8, 11-9, 7-11, 11-9).

Dengan meraih dua gelar juara ini, Helmi berhasil menghentikan dominasi Dahyar yang tahun lalu menjadi juara di kategori tunggal dan ganda.

Setelah meraih dua gelar juara, Helmi sangat bersyukur bisa mencapai hasil terbaik di turnamen yang diselenggarakan setiap tahun ini.

“Ya, saya bersyukur dan senang bisa menjadi juara, tapi yang patut dihargai adalah semangat dari teman-teman (para peserta), semoga PTM An Nuur semakin maju dan berkembang,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Helmi juga mengajak para anak muda untuk ikut berpartisipasi dalam turnamen khusus lingkungan PTM An Nuur ini. “PTM An Nuur sangat terbuka bagi anak-anak muda, nanti kita bertanding antara anak muda dengan bapak-bapak. Kualitas bapak-bapak sudah sangat bagus dalam bermain tenis meja. Semoga nanti muncul pemain-pemain dari kalangan anak muda,” ujarnya berharap.

Kurang Pengalaman

Sementara Usman yang berada di posisi kedua setelah dikalahkan Helmi di final, mengakui bahwa kekalahanannya disebabkan oleh faktor jam terbang atau pengalaman yang kurang dalam mengikuti turnamen.

“Permainan sebenarnya ramai, tapi karena perbedaan jam terbang, saya mengakui, karena masalah jam terbang ini sangat berpengaruh. Jika jam terbangnya rendah, maka otomatis banyak kekurangan, jadi kalah oleh Pak Helmi yang memiliki jam terbang paling banyak,” katanya.

Usman juga berharap untuk meningkatkan jam terbang anggotanya, di masa depan PTM An Nuur dapat bekerja sama dengan pihak lain untuk menyelenggarakan kompetisi secara rutin.

“Dengan sering mengikuti kompetisi, jam terbang akan terasah. Misalnya, tiga bulan mendatang kita akan mengadakan kompetisi lagi, dan juga harus sering bermain di luar karena itu juga diperlukan,” katanya.

Sementara Ketua PTM An Nuur Dudung mengapresiasi peserta yang sangat antusias mengikuti turnamen ini.

“Alhamdulillah pelaksanaan turnamen dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 80 ini bisa berjalan lancar dan sukses, serta para peserta sangat antusias. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada panitia yang sudah bekerja dengan baik dalam pelaksanaan turnamen ini,” katanya.***