Hilangnya Jejak Pejabat Bank Daerah Lamongan: Dugaan Penguluran Waktu di Balik Masalah Kredit Macet

Lamongan _ Forumkota.id – Kantor Bank Daerah Lamongan yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman tampak sepi tanpa kehadiran pejabat-pejabat kunci pada Selasa, 19 Mei 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Keadaan ini menambah dugaan publik bahwa manajemen bank milik pemerintah daerah ini berusaha mengulur waktu dan menghindar dari pertanyaan-pertanyaan seputar masalah kredit macet yang kini menjadi sorotan utama masyarakat.

Indikasi sikap menutup diri ini terungkap ketika perwakilan dari Jaringan Masyarakat Lamongan datang ke lokasi untuk menagih janji pertemuan. Sebelumnya, Direktur Operasional bank tersebut secara lisan telah menyanggupi untuk mengadakan audiensi pada minggu ketiga bulan Mei 2026. Namun hingga batas waktu yang disepakati terlewati, tidak ada kepastian jadwal maupun surat konfirmasi yang diterima oleh pihak masyarakat.

Kedatangan rombongan tersebut justru disambut dengan serangkaian alasan yang saling bertolak belakang dari petugas keamanan. Awalnya, satpam menjelaskan bahwa Direktur Operasional sedang berada di luar kota untuk melakukan survei ke wilayah Madura. Demikian pula dengan pejabat tinggi lainnya, yang dikabarkan tidak berada di kantor dengan alasan yang tidak jelas rinciannya.

Ada sedikit harapan muncul ketika seorang pegawai yang dikenal oleh perwakilan masyarakat kebetulan lewat di lokasi. Namun, alih-alih memberikan kejelasan, pegawai tersebut justru berusaha menghindar dan hanya berjanji akan memanggilkan staf lain untuk berbicara, yang nyatanya tidak pernah muncul.

Setelah menunggu sekitar 15 menit tanpa hasil di ruang tunggu, pihak masyarakat kembali meminta petugas keamanan untuk mengecek keberadaan pejabat di dalam gedung. Namun, jawaban yang didapat justru berubah sepenuhnya. Kali ini, satpam menyatakan bahwa seluruh pejabat yang dicari sebenarnya ada di dalam gedung, namun tidak bisa ditemui karena tiba-tiba sedang mengadakan rapat penting.

Perubahan alasan yang mendadak dan ketidakkonsistenan informasi ini semakin memperkuat kecurigaan publik. Tindakan para pejabat yang serentak tidak bisa dihubungi dan bersembunyi di balik petugas keamanan dinilai sebagai tanda bahwa ada hal yang ditutupi. Masyarakat kini mempertanyakan keseriusan dan transparansi Bank Daerah Lamongan, mengapa setiap kali diminta mempertanggungjawabkan persoalan kredit macet, mereka justru memilih untuk menghilang dan menghindar.

Sunariyanto