Janji Mediasi Lurah Tamalanrea Indah Tak Kunjung Direalisasikan, Warga Pintu Nol Unhas Kecewa

Sulawesi Selatan2182 Dilihat
banner 468x60

FORUM KOTA |MAKASSAR – Polemik bangunan dan kios yang diduga ilegal di kawasan Pintu Nol Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, hingga kini belum menemukan titik terang. Warga kecewa lantaran janji mediasi yang disampaikan Lurah Tamalanrea Indah, Andi Izmuh Wardana, tak kunjung terealisasi meski sudah berbulan-bulan ditunggu.

 

banner 525x280

Persoalan ini sebenarnya sudah disampaikan warga sejak bulan Ramadan lalu. Saat itu, pada 3 Maret 2026, Andi Izmuh berjanji akan mempertemukan pihak-pihak yang berselisih, namun meminta penundaan hingga usai Lebaran dengan alasan khawatir memicu keributan di bulan puasa.

 

“Awalnya Pak Lurah bilang jangan dulu dimediasi saat bulan puasa, katanya nanti saja setelah Lebaran. Kami ikuti dan menunggu,” ungkap Syam, salah satu warga yang merasa terdampak, Minggu (24/5/2026).

 

Namun, setelah masa libur Lebaran berlalu, tidak ada tanda-tanda pertemuan akan dilaksanakan. Saat dikonfirmasi kembali pada 31 Maret 2026, Andi Izmuh berdalih masih disibukkan urusan pekerjaan dan meminta warga bersabar sambil menunggu kabar selanjutnya.

 

“Saya masih sibuk Pak. Tunggu saja, saya kabari nanti,” ujarnya lewat telepon saat itu.

 

Dua minggu berlalu tanpa kepastian, Syam kembali menghubungi lurah pada 17 April 2026. Pihak kelurahan kembali memastikan persoalan itu masih diingat dan akan segera ditindaklanjuti. Namun, hingga akhir Mei 2026, janji itu belum juga terbukti nyata.

 

“Saya ingat hal itu Pak. Saya hubungi nanti secepatnya. Sabar saja,” kata Andi Izmuh kala itu.

 

Hingga kini, lebih dari sebulan setelah janji kedua itu disampaikan, warga belum melihat langkah apa pun dari pemerintah kelurahan. Padahal, keberadaan bangunan yang diduga tidak berizin itu dinilai sudah mengganggu kenyamanan lingkungan, mulai dari akses jalan yang makin sempit hingga saluran drainase yang tertutup.

 

Syam menegaskan, persoalan ini bukan hanya menyangkut aset Unhas, tapi juga kepentingan warga sekitar. Jika pihak kelurahan tidak punya wewenang untuk menertibkan bangunan, warga berharap setidaknya ada peran sebagai penengah.

 

“Sudah terlalu lama kami menunggu. Kalau memang tidak bisa membantu, sampaikan saja terus terang. Jangan terus-terusan memberi harapan tak berujung. Kami butuh tindakan nyata, bukan janji semata,” tegas Syam.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jadwal pasti maupun penjelasan resmi terbaru dari Lurah Tamalanrea Indah terkait kapan mediasi akan digelar. Warga berharap pemerintah setempat segera hadir menyelesaikan konflik yang kian mengganjal ini.(**)

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *