Kakon Way Asahan HARYONO Selingkuh Dengan Guru PPPK, TUTUT Oknum Guru PPPK Terancam PDTH

Lampung9876 Dilihat

FORUM KOTA |‎TANGGAMUS, LAMPUNG-  Sebuah kisah Asmara terlarang Oknun Kakon/Kades Kakon Way Asahan kecamatan Pematang Sawa, HARYONO Berselingkuhan dengan Sekertaris Desa Nya Beranak TUTUT yang kini mundur dari jabat nya sebagai sekertatis desa, Lantaran TUTUT menyandang Gelar ASN/PNS PPPK di SDN 1 Way asahan,
‎Perselingkuhan ini sempat menghebohkan masyarakat Pekon Way Asahan.



‎Sekitar Tahun 2023 silam, heboh nya dugaan perselingkuhan ini terungkap pada tahun 2023 lalu TUTUT melahir kan bayi laki-laki hasil Zinah kedua nya. namun kasus ini terhenti disebabkan keluarga TUTUT mengatakan sudah memiliki suami dan melangsungkan pernikahan di kabupaten bandung, Provinsi Jawa Barat, namun kekinian warga setempat menyebut tutut tidak punya suami, suami tutut itu pak kakon sendiri  ujar warga.


‎Senin Tanggal 08 JUNI 2026 Tim media  akan mendatangi Inspektorat Kabupaten Tanggamus dan  (BKPSDM) (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia)
‎untuk melaporkan dugaan skandal asusila antara Kepala Desa/Kakon guna proses hukum selanjut, mengingat Tutut seorang ASN di dunia pendidikan tak sepantas nya melakukan perbuatan demikian, tutut terancam dikenai sanksi berat berupa pemecatan dengan tidak hormat (PDTT).

‎Warga menilai HARYONO seorang kepala pekon/kades pekon setempat akibat perbuatan keduanya nya mencoreng julukan kampung santri Pekon way asahan hilang seketika oleh perbuatan Asusil keduanya dan melukai norma-norma moral serta etika pemerintahan. Parahnya lagi, dugaan perselingkuhan ini telah berujung pada kelahiran seorang bayi laki yang kini berusaha tiga tahun.



‎Warga menyebutkan bahwa meskipun pasangan tersebut kini mengklaim telah menikah secara siri pada 2023 lalu di kota agung , keabsahan dan kebenarannya masih dipertanyakan. Masyarakat menyebutkan tutut seorang guru ASN PPPK tentu tidak bisa menikah secara Sirin atau du jadikan istri muda oleh HARYONO Kakon Way Asahan, Kecamatan Pematang sawa.



‎”Warga menilai kepala desa sudah kehilangan wibawa sebagai pemimpin. Mereka merasa dikhianati oleh figur yang seharusnya menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

‎“Kepala desa/Kakon itu ayah bagi kami. Tapi kini moral dan etika sudah tak ada lagi. Kami tak ingin dipimpin oleh sosok yang mencoreng nama baik desa,” santri julukan bagi Pekon way asahan ini lanjut warga.

‎Warga berharap laporan yang mereka sampaikan kepada media iki segera ditindaklanjuti dengan tegas oleh Inspektorat dan pihak berwenang lainnya. Mereka menginginkan adanya pemecatan bagi kedua nya Kepala Desakepala Pekon dan mantan Sekdes untuk menjaga stabilitas sosial dan menghindari konflik horizontal di tengah masyarakat. (Team)