Kepala Desa Lamahu Gorontalo Curhat Jalan Rusak, Khawatir Ada Korban

Nasional145 Dilihat
banner 468x60

, Bone Bolango —Lubang-lubang di jalan di Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, masih menjadi masalah yang sering di keluhkan oleh masyarakat.

Jalan yang rusak ini menjadi jalur utama bagi warga yang tinggal di persimpangan kilo 7 Desa Ayula, yang bersebelahan langsung dengan Desa Huntu.

banner 525x280

Pengamatan Tribun Gorontalo menunjukkan, lubang yang cukup dalam berada di jalur jalan provinsi.

Sementara di sisi lain, jalan berpasir tersebut merupakan jalur akses kabupaten.

Dulu kondisi jalan ini lebih buruk, tetapi beberapa waktu lalu telah diisi dengan tanah yang dicampur kerikil dan pasir.

Meski demikian, perbaikan sederhana ini masih belum cukup untuk membuat jalan menjadi nyaman dilewati.

Banyak pengemudi mengungkapkan kesulitan dalam melewati jalur tersebut, khususnya kendaraan tiga roda maupun empat roda yang memiliki kursi depan yang rendah.

Kurang lebih 20 menit, Tribun Gorontalo mengamati di lokasi, tampak beberapa pengendara memutuskan jalur lain guna menghindari lubang yang ada di tengah jalan.

Kondisi ini dianggap berisiko menyebabkan kecelakaan, khususnya bagi warga yang belum memahami kondisi medan.

Jika berjalan dengan kecepatan tinggi, kemungkinan terjatuh ke dalam lubang sangat besar dan dapat menyebabkan akibat yang mematikan.

Kepala Desa Lamahu, Hasan Hasiru, yang rumahnya tidak terlalu jauh dari lokasi jalan rusak, menyampaikan bahwa ia bersama beberapa perangkat desa pernah menyampaikan keluhan mengenai kondisi ini kepada dinas yang berwenang.

Namun jawaban yang selalu diterima adalah: tidak ada dana untuk perbaikan.

“Pernah kami usulkan agar diperbaiki ke balai jalan, tetapi kendalanya adalah tidak adanya anggaran,” kata Hasan. Ia juga menyampaikan kekhawatirannya.

“Khawatirnya nanti akan ada korban baru yang diperbaiki,” katanya.

Jalan yang rusak ini telah lama dirasakan oleh warga sekitar, namun hingga saat ini belum ada tindakan nyata dari pihak pemerintah.

“Jalan itu sudah lama seperti ini,” tambah Hasan.

Pernyataan serupa disampaikan Yahir R Usman, warga setempat. Ia mengakui pernah beberapa kali hampir mengalami kecelakaan saat melewati kawasan tersebut.

“Beberapa kali hampir terjadi kecelakaan akibat menghindari lubang,” katanya.

Yahir menjelaskan, jalan yang hanya ditutupi dengan pasir akan mudah berlumpur ketika hujan turun, menyebabkan permukaannya menjadi lebih licin.

“Jika hujan ini, seperti aliran sungai kecil yang semakin licin,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah segera menemukan solusi terbaik, karena jalur ini merupakan akses yang sangat penting bagi banyak masyarakat.

“Harapan kami pemerintah dapat mendengarkan keluhan ini, karena sudah lama muncul keluhan namun masih tetap seperti biasa,” tegasnya.

Tidak hanya di Kilo 7, beberapa titik jalan provinsi lain yang masih dalam satu arah juga sudah mengalami kerusakan. Kondisi serupa juga terlihat di Desa Huntu dan Desa Ayula.

Beberapa warga terpaksa menandai lubang jalan atau bahkan memperbaikinya sendiri agar tidak mengancam keselamatan pengendara yang melewati jalan tersebut. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *