KENDAL, | FORUMKOTA.ID __ Solidaritas terhadap korban bencana alam Di Sumatra dan Aceh ditunjukkan para peternak unggas di Kabupaten Kendal. Melalui Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, mereka menggalang donasi yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp123 juta. Di Jawa Tengah, Pada Rabu, 31 Desember 2025
Ketua KPUS Kendal, Suwardi, mengatakan penggalangan dana tersebut merupakan bentuk kepedulian peternak unggas Kendal terhadap saudara-saudari mereka yang mengalami terdampak bencana alam Di wilayah Sumatra dan Aceh.
“Ini adalah wujud nyata komitmen dan kepedulian kami untuk membantu para korban bencana. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan bermanfaat bagi mereka,” ujar Suwardi di Kendal, Kepada media forumkota.id
Suwardi menjelaskan, dari total dana yang terkumpul, sebesar Rp35 juta disalurkan melalui Bank BMT. Sementara sisanya disalurkan langsung melalui jaringan peternak di Sumatra Utara yang tergabung dalam komunitas “Rumah Kebersamaan”.
Selain menyampaikan juga aksi kemanusiaan tersebut, Suwardi yang juga anggota DPRD Kendal turut menyinggung persoalan bahan baku pakan ternak impor.
Ia menyebutkan, mulai tahun depan distribusi bahan baku pakan yang sebelumnya dikelola pihak swasta akan dialihkan ke BUMN Berdikari.
Dia mengaku, pada 28 Desember 2025 lalu, pihaknya diundang ke Jakarta untuk mengikuti rapat koordinasi terkait kebutuhan pakan ternak unggas, khususnya bagi peternak di Kendal dan sekitarnya. Dalam rapat tersebut dibahas kebutuhan sekitar 2.200 ton SBM (Soybean Meal) atau pakan ternak per-bulan.
Sementara itu, kebutuhan jagung sebagai bahan pakan ternak unggas di Kabupaten Kendal mencapai sekitar 194 ribu ton per tahun. Kendal sendiri tercatat sebagai daerah dengan populasi peternakan unggas terbesar kedua secara nasional.

“Kami sudah sampaikan kepada Ibu Bupati bahwa potensi ini harus dikelola dengan serius karena bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah yang sangat besar. Tinggal ada kemauan atau tidak,” tegas Suwardi.Ia menambahkan, Jawa Tengah khususnya Kendal merupakan salah satu lumbung jagung nasional. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berperan membantu petani jagung, mulai dari pengelolaan hingga penanaman.
“Skemanya, jagung diserap BUMD kemudian disalurkan ke koperasi peternak. Ini bentuk kerja sama untuk meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Peternakan,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Suwardi juga menyampaikan informasi internal koperasi. Ia mengungkapkan bahwa kantor KPUS Kendal akan segera pindah dari lokasi lama di Desa Tamping Winarno, Kecamatan Sukorejo, ke lokasi baru di sebelah Lapangan Desa Kebumen, Kecamatan Sukorejo.
Terkait kondisi pasar, Suwardi menyebutkan harga jagung saat ini masih stabil di kisaran Rp7.000 per kilogram. Kebutuhan pakan nasional mencapai sekitar 5 juta ton per tahun.
Sementara di Kendal kebutuhan pakan hanya sekitar 2.200 ton per bulan karena sebagian besar peternak masih menggunakan pakan pabrikan. Adapun harga telur di tingkat peternak relatif stabil di angka Rp26.000 per kilogram tanpa kenaikan signifikan.













