KPB Demplot Desa Suru Kembangkan Bibit Pala Unggul, TEKAD Dorong Kemandirian Ekonomi Kampung

Forum Kota0 Dilihat
banner 468x60

 

banner 525x280

BULA . SERAM BAGIAN TIMUR PROVINSI MALUKU — Upaya pemberdayaan ekonomi berbasis komoditas lokal terus menunjukkan perkembangan positif di Desa Suru, Kecamatan Siritaun Wida Timur Kabupaten Seram Bagian Timur Melalui Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Demplot Desa Suru fokus mengembangkan pembibitan pala unggul sebagai langkah strategis membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat sektor perkebunan rempah di wilayah tersebut.

Keberhasilan pembibitan pala tidak terlepas dari pendampingan intensif yang dilakukan oleh Fasilitator Kecamatan Program TEKAD, Fata Tella, bersama Kader Desa, Firman Rumakabis. Melalui pendampingan lapangan yang berkelanjutan, anggota KPB dibekali pengetahuan teknis mulai dari seleksi benih unggul, pengelolaan media tanam dalam polybag, pengendalian penyakit tanaman, hingga pengaturan intensitas cahaya menggunakan paranet untuk menghasilkan bibit yang sehat dan seragam.

Ketua KPB Desa Suru mengakui bahwa pendampingan yang diberikan telah membawa perubahan besar dalam pola pikir dan kemampuan teknis para petani.

Pendampingan dari Fasilitator Kecamatan dan Kader Desa sangat membantu kami. Kami dibimbing sejak tahap penyemaian hingga memastikan bibit pala tumbuh seragam dan siap ditanam di lahan perkebunan,” ujarnya.

Menurut Fata Tella, tujuan utama Program TEKAD bukan sekadar menyalurkan bantuan stimulan, tetapi membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola usaha produktif secara mandiri dan berkelanjutan.

Kami ingin memastikan masyarakat memiliki kemampuan teknis yang kuat dalam mengelola pembibitan pala. Pendampingan yang dilakukan bersama Kader Desa bertujuan menciptakan kelompok yang mandiri, profesional, dan mampu menjadi penggerak ekonomi kampung,” kata Fata Tella.

Dalam implementasinya, Program TEKAD mengedepankan kolaborasi antara berbagai komponen pemberdayaan. Program TEKAD menyediakan dukungan kebijakan dan stimulan ekonomi, Fasilitator Kecamatan bertugas melakukan pendampingan teknis dan penguatan kelembagaan kelompok, sementara Kader Desa menjadi penggerak utama yang mendampingi aktivitas harian petani di lapangan.

Sinergi tersebut dinilai berhasil menciptakan sistem pembibitan yang lebih terstruktur dan produktif. Ribuan bibit pala yang saat ini tumbuh di area nursery menunjukkan tingkat pertumbuhan yang baik dan berpotensi menjadi komoditas unggulan Desa Suru.

Meski capaian teknis pembibitan dinilai sangat baik, Fata Tella menegaskan bahwa keberhasilan program tidak akan sempurna tanpa adanya kepastian pasar bagi bibit pala yang dihasilkan masyarakat.

Menurutnya, hilirisasi dan keberlanjutan ekonomi baru dapat terwujud apabila tersedia pembeli atau mitra usaha yang siap menyerap hasil produksi KPB secara berkelanjutan.

Kerja keras petani dan Kader Desa sudah luar biasa. Namun keberlanjutan ekonomi program ini sangat bergantung pada akses pasar. Kami berharap ada pembeli tetap atau off-taker yang siap menyerap bibit pala unggul dari Desa Suru,” tegasnya.

Ia menjelaskan, ketersediaan pasar tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi bagi anggota kelompok, tetapi juga menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus meningkatkan produksi dan menjaga kualitas bibit.

Untuk memperluas peluang pasar, Program TEKAD mendorong terbangunnya kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, serta pelaku usaha perkebunan.

Fata Tella berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap bibit pala lokal hasil demplot TEKAD dengan mengintegrasikannya ke dalam program pengadaan bibit maupun kegiatan rehabilitasi lahan.

Masyarakat sudah berinvestasi tenaga, waktu, dan sumber daya untuk menghasilkan bibit berkualitas. Kami berharap pemerintah daerah membuka akses pasar yang nyata dan memprioritaskan bibit lokal hasil demplot TEKAD dalam berbagai program pembangunan sektor perkebunan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberpihakan terhadap produk lokal akan menjadi faktor penting dalam mewujudkan ekonomi kampung yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Dengan kualitas bibit yang terus meningkat dan dukungan pendampingan yang kuat, KPB Demplot Desa Suru optimistis dapat berkembang menjadi sentra pembibitan pala unggulan di wilayah Siritaun Wida Timur.

Kolaborasi antara masyarakat, pendamping program, pemerintah daerah, dan calon mitra pasar diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi yang kuat, sehingga pembibitan pala tidak hanya menjadi kegiatan produksi semata, tetapi juga menjadi instrumen nyata peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Program TEKAD di Desa Suru kini tidak hanya menumbuhkan bibit pala, tetapi juga menumbuhkan harapan baru menuju kampung yang mandiri, produktif, dan berdaya saing. ***  M.  Lausepa.

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *