
BULA. SERAM BAGIAN TIMUR PROVINSI MALUKU – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) bersama Tim Monitoring dari Dinas Pertanian Provinsi Maluku dan jajaran TNI melakukan peninjauan langsung terhadap progres program cetak sawah di Kecamatan Bula Barat, tepatnya di Desa Banggoi Pancorang, pada Minggu, 28 Juni 2026.
Kegiatan monitoring tersebut dipimpin oleh tim dari Dinas Pertanian Provinsi Maluku bersama Komandan Kodim (Dandim) 1502/Masohi selaku unsur pelaksana pendamping program. Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan di lapangan sesuai dengan laporan yang telah disampaikan oleh pelaksana kegiatan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur, Sofyan Waraiya, S.P., mengatakan bahwa hasil monitoring menunjukkan seluruh titik lokasi penerima program cetak sawah telah memasuki tahap pekerjaan dengan alat berat yang telah beroperasi secara aktif.
Alhamdulillah, berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, seluruh titik lokasi cetak sawah sudah dikerjakan menggunakan alat berat. Saat ini progres pekerjaan rata-rata telah mencapai sekitar 20 persen,” ujar Sofyan Waraiya.
Menurutnya, lahan-lahan yang telah selesai dicetak, ditata, dan diolah tidak akan dibiarkan terlalu lama tanpa aktivitas budidaya. Pemerintah daerah menargetkan penanaman perdana dapat dilaksanakan pada pekan depan agar lahan yang telah siap tidak kembali ditumbuhi gulma.
Kami tidak ingin lahan yang sudah selesai diolah dibiarkan terlalu lama hingga kembali dipenuhi rumput. Oleh karena itu, pada minggu depan kami menargetkan pelaksanaan penanaman perdana pada lahan yang benar-benar telah siap,” jelasnya.
Sofyan menambahkan, pelaksanaan penanaman akan tetap mempertimbangkan ketersediaan sumber air mengingat saat ini sebagian wilayah Maluku sedang memasuki musim kemarau. Pemerintah akan memastikan sistem irigasi dapat berfungsi secara optimal sebelum penanaman dimulai.
Kami akan memastikan terlebih dahulu bahwa sumber air tersedia dan jaringan irigasi dapat mengairi lahan secara baik. Apabila pasokan air mencukupi, maka penanaman akan segera dilakukan,” katanya.
Desa Banggoi Pancorang menjadi lokasi prioritas penanaman perdana karena memiliki potensi sumber air yang cukup dari Sungai wae Mata Kabo. Pemerintah berencana memanfaatkan sistem pompanisasi untuk mengalirkan air menuju saluran irigasi tersier sehingga mampu mengairi sekitar 20 hektare lahan sawah yang telah selesai dicetak.
Lokasi tersebut menjadi prioritas karena berdekatan dengan Sungai wae Mata Kabo. Air akan dipompa menuju saluran irigasi tersier sehingga sekitar 20 hektare lahan yang sudah selesai dapat langsung ditanami padi sawah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa sejak tahap awal atau MC-0, perencanaan teknis memang telah difokuskan pada kawasan yang memiliki potensi sumber air memadai sehingga setelah proses pencetakan selesai, lahan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, tim monitoring dari Dandim 1502/Masohi juga memastikan seluruh pekerjaan yang dilaporkan pelaksana di lapangan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa laporan yang disampaikan oleh tim di lapangan sesuai dengan fakta. Karena itu kami berharap seluruh alat berat dapat terus bekerja secara maksimal agar target penyelesaian program seluas 1.362 hektare dalam waktu empat bulan dapat tercapai,” kata Sofyan.
Selain meninjau progres cetak sawah, rombongan juga melakukan pemantauan terhadap kondisi tanaman padi milik petani yang mulai terdampak musim kemarau. Berdasarkan hasil peninjauan, beberapa areal persawahan mengalami kekurangan air sehingga berpotensi mengalami penurunan produksi bahkan gagal panen apabila tidak segera ditangani.
Kondisi tanaman padi di beberapa lokasi memang cukup memprihatinkan. Namun kami juga telah mengecek sejumlah sumber air. Ada beberapa titik yang masih memungkinkan untuk dilakukan penanganan melalui pompanisasi,” jelasnya.
Salah satu wilayah yang akan mendapatkan penanganan adalah Desa Aki Jaya. Saat ini Dinas Pertanian sedang menyiapkan pekerjaan pompanisasi agar kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat dapat segera terpenuhi.
Di sisi lain, Dinas Pertanian masih menunggu laporan resmi dari pemerintah desa dan kelompok tani mengenai luas lahan yang terdampak kekeringan maupun yang berpotensi mengalami gagal panen.
Kami membutuhkan data yang akurat dari pemerintah desa dan kelompok tani. Setelah data tersebut masuk, kami akan segera melakukan langkah-langkah penanganan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk kemungkinan penetapan langkah tanggap darurat apabila kondisi di lapangan memang memerlukan,” ujarnya.
Sofyan menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin para petani mengalami kerugian besar akibat kekeringan. Menurutnya, apabila kerugian petani tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan menurunkan semangat masyarakat untuk terus mengembangkan usaha pertanian.
Kami berharap seluruh pemerintah desa dan kelompok tani segera menyampaikan data yang valid sehingga pemerintah dapat bergerak cepat memberikan bantuan sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai petani mengalami kerugian besar karena hal itu akan berdampak terhadap semangat mereka untuk terus menanam dan meningkatkan produksi pangan daerah,” tutupnya.
Program cetak sawah di Kabupaten Seram Bagian Timur merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan luas tanam, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung program swasembada pangan nasional. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, serta kelompok tani sebagai penerima manfaat, dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di bidang pertanian, pengelolaan keuangan negara, dan pelaksanaan pembangunan daerah.*** M. Lausepa.











