FORUM KOTA| LAMPUNG TENGAH – Miris Oknum kepala sekolah SDN 1 adiwarno diduga melakukan penipuan warga Lampung tengah dengan dalih di iming imingi akan di kembalikan 2 kali lipat.
Kejadian tersebut bermula tanggal 27-10-2025 dan akan di kembalikan tanggal 6-11-2025 Korban Edi warga Kota gajah Lampung Tengah merasa di rugikan atas ini karna belum ada penyicilan sama sekali.
Miris nya Dugaan penipuan ini dilakukan oleh oknum kepala sekolah yang seharusnya memberikan contoh yang baik tapi malah melakukan perbuatan penipuan.
Edi pun merasa di tipu dan meminta bantuan kepada rekan nya , setelah rekan edi bertemu Oknum kepala sekolah tersebut membuat lah perjanjian yang ke 2 kali akan melunasi hutang tersebut tapi setelah di hubungi via WhatsApp oknum kepsek tersebut enggan memberikan jawaban.
Kata Edi dengan rasa marah karna merasa telah di tipu.
”Saya merasa di tipu ini mas saya akan laporkan ini ke pihak yang berwajib sudah di kasih waktu lama kok malah seperti ini di telpon dan wa gak di respon padahal wa nya online.” ujar Edi dengan nada marah
Tak sampai disitu Fauli Viki Sanjaya, SH selaku pendamping hukum Edi merasa di permainan kan atas ada nya surat pernyataan tersebut.
”Kami akan tindak lanjuti laporan ke Polsek Pekalongan Lampung timur karna ini sudah ranah penipuan dan akan kami kawal kasus ini sampai selesai dan kami meminta kepada APH Polsek Pekalongan bertindak tegas.” tambah Viki
Korban yang merasa ditipu mulai merasa resah ketika tak ada itikad baik dari oknum kepala sekolah tersebut untuk mengembalikan uang yang telah di pinjam kan.
Dalam pengakuannya, korban menyesalkan sikap kepala sekolah yang seharusnya memberi contoh baik sebagai seorang pendidik, namun justru melakukan tindakan yang sangat memalukan dan tidak bertanggung jawab. Selain itu, upaya korban untuk meminta pertanggung jawaban terkait pengembalian uang juga tak mendapatkan respons yang memadai.
Kasus ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga , dan menuai banyak kecaman. Masyarakat pun mulai mempertanyakan integritas dan profesionalisme oknum kepala sekolah tersebut. Sebagai seorang yang seharusnya memberi contoh baik, tindakan tersebut dianggap sangat merugikan nama baik dunia pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, oknum kepala sekolah yang terlibat dalam kasus penipuan ini belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait perbuatannya. Warga berharap agar pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum tersebut untuk memberi efek jera dan memastikan tidak ada lagi kejadian serupa di masa depan.
Kasus ini juga mengingatkan kita akan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan profesi, terutama bagi mereka yang berposisi sebagai panutan di masyarakat.













