Inflasi Lombok Timur Tertinggi Nasional Jelang Natal dan Tahun Baru

banner 468x60

Forumkota.id | NTB – Kabupaten Lombok Timur mencatat Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi secara nasional pada Minggu Ketiga Desember 2025 di tengah upaya pemerintah pusat memperkuat koordinasi pengendalian inflasi menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Senin (22/12/2025).

“Dengan pengalaman di daerah masing-masing, kami harapkan pemerintah daerah dapat melakukan langkah-langkah antisipatif dan tetap siaga dengan peralatan yang dimiliki, termasuk berkoordinasi dengan Forkopimda,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah.

banner 525x280

Rapat tersebut diikuti oleh kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah secara daring, termasuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lombok Timur yang mengikuti dari Ruang Command Center.

Dalam rapat itu, Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS) Windhiarso Ponco Adi memaparkan perkembangan inflasi dan IPH pada Minggu Ketiga Desember 2025. Data BPS menunjukkan Lombok Timur mencatat IPH sebesar 14,64 persen, tertinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.

“Secara historis, tekanan inflasi pada bulan Desember cenderung meningkat seiring meningkatnya permintaan masyarakat,” ujar Windhiarso. Ia menambahkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau secara konsisten menjadi penyumbang inflasi terbesar pada periode tersebut.

Berdasarkan paparan BPS, kenaikan IPH di Lombok Timur didominasi oleh komoditas cabai rawit dengan andil 9,3435, bawang merah sebesar 1,6633, dan daging sapi sebesar 1,6823. Sementara itu, secara nasional, komoditas utama penyumbang kenaikan IPH meliputi cabai rawit, daging ayam ras, cabai merah, dan bawang merah.

Windhiarso menjelaskan, meskipun inflasi nasional pada November 2025 tercatat melambat dibandingkan Oktober 2025 akibat penurunan harga sejumlah komoditas utama, tekanan inflasi menjelang akhir tahun tetap perlu diantisipasi, terutama di daerah dengan lonjakan harga signifikan.

Dalam arahannya, Tomsi juga mengingatkan pemerintah daerah, termasuk Lombok Timur, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem akibat tingginya curah hujan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu distribusi barang dan memicu kenaikan harga pangan.

Selain itu, pemerintah daerah diminta memfokuskan langkah pengendalian inflasi pada komoditas yang mengalami kenaikan harga signifikan serta memperkuat pemantauan distribusi dan pasokan guna menekan lonjakan harga menjelang akhir tahun. *** Zun

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *