Pemkab Kendal Tandatangani MoU Dengan KPH Untuk Kelola Dua Destinasi Wisata

banner 468x60

KENDAL – FORUM KOTA – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Kendal terkait pengelolaan dua destinasi wisata unggulan, yakni Curug Sewu dan Goa Kiskendo. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Pendopo Kabupaten Kendal, Kamis (11/12/2025) malam.

Administratur KPH Perhutani Kendal, Muhadi, menyampaikan bahwa MoU ini menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola wisata yang lebih terintegrasi antara kawasan hutan dan wilayah administrasi kabupaten. Menurutnya, Curug Sewu dan Goa Kiskendo merupakan ikon pariwisata Kendal yang berada di kawasan hutan sehingga membutuhkan kolaborasi erat antara Perhutani dan pemerintah daerah. “Harapan kami kolaborasi ini akan membuat pariwisata Kendal menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

banner 525x280

Muhadi menegaskan bahwa kerja sama tersebut akan memberi keuntungan bagi kedua belah pihak karena pengelolaan dilakukan secara terpadu, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan. Dengan integrasi tersebut, pengembangan fasilitas, pelayanan, hingga promosi wisata dapat berjalan lebih efektif. “Tata kelola jadi lebih terintegrasi,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini akan memadukan pengelolaan pemerintah daerah dengan dukungan kawasan hutan yang dikelola Perhutani, termasuk pemanfaatan sarana dan prasarana yang telah dibangun oleh Pemkab Kendal. Dengan sistem satu pintu, kata Muhadi, kualitas tata kelola wisata diharapkan meningkat dan semakin mendukung kemajuan pariwisata daerah. “Jadi ini satu pintu pengelolaan sehingga bisa lebih efektif,” jelasnya.

Lebih jauh, Muhadi berharap kerja sama tersebut tidak hanya berdampak pada penguatan sektor pariwisata, tetapi juga menjaga kelestarian kawasan hutan yang menjadi bagian dari destinasi wisata. Pemanfaatan jasa lingkungan di sekitar Curug Sewu, menurutnya, harus tetap memperhatikan keberlanjutan agar generasi mendatang dapat menikmati manfaatnya. “Sampai anak cucu kita bisa menikmati manfaat hutan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, Ahmad Ircham Chalid, menyampaikan bahwa salah satu poin penting dalam kerja sama dengan Perhutani adalah pengelolaan wisata Curug Sewu dan Goa Kiskendo. Menurutnya, berbagai agenda dan event di kawasan hutan akan dikelola secara saling melengkapi dengan tetap menjaga hak dan kewajiban masing-masing pihak.

Ircham menjelaskan bahwa kedua pihak berkomitmen untuk bersama-sama memelihara, mengelola, dan merehabilitasi kawasan wisata. Selain itu, mekanisme penarikan retribusi juga akan diberlakukan melalui satu pintu untuk meningkatkan efektivitas tata kelola. “Termasuk juga penarikan retribusi kita lewat satu pintu,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah dan Perhutani, mengingat lokasi wisata berada di dua wilayah kewenangan. Dengan adanya kolaborasi tersebut, kedua pihak saling mendukung agar wisatawan semakin tertarik untuk berkunjung dan berlibur di Curug Sewu maupun Goa Kiskendo.

Sementara itu, Ircham mengakui bahwa penanganan wisata Goa Kiskendo membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait pemeliharaan, ketersediaan infrastruktur, minat wisatawan, dan batas kewenangan. Pemkab Kendal, kata dia, selama ini lebih fokus mendukung pengembangan di luar kawasan hutan. “Maka dengan MoU ini akan lebih mudah terintegrasi,” jelasnya.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari mengapresiasi penandatanganan MoU antara Pemkab Kendal dan Perhutani Kendal terkait pengelolaan wisata di kawasan hutan. Ia menyebut kolaborasi tersebut sejalan dengan program Disporapar Kendal yang tengah menyusun kalender event sebagai strategi promosi pariwisata. Penyusunan agenda itu melibatkan pengumpulan materi dari desa dan OPD, dengan total 47 usulan kegiatan yang siap dikurasi. “Kita dukung dan apresiasi kerja sama ini,” tegasnya.

Bupati menekankan bahwa kalender event harus dikelola secara profesional dan inovatif agar mampu memperkuat citra pariwisata Kendal. Menurutnya, kegiatan pariwisata tidak boleh berhenti pada seremoni, melainkan menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan destinasi Kendal yang memiliki potensi besar. Ia menilai sinergi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan. “Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar lebih mudah wujudkan agenda ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa sektor pariwisata memiliki efek berganda yang mampu mendorong pertumbuhan UMKM, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Ia menyebut perkembangan desa wisata sebagai bukti bahwa geliat pariwisata daerah semakin kuat, sementara kalender event diharapkan dapat meningkatkan kunjungan ke berbagai destinasi.

Bupati juga mendorong pelaku UMKM memaksimalkan setiap event dengan menampilkan produk unggulan. Ia berharap wisatawan yang datang ke Kendal dapat kembali berkunjung sekaligus ikut mempromosikan potensi daerah. “Pariwisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat, terutama desa-desa agar potensi wisata bahari, kuliner, dan alamnya terus tumbuh. Kami ingin yang datang ke Kendal kembali lagi dan membawa cerita baik tentang daerah ini,” pungkasnya.  *** Affa

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *