BULA, Seram Bagian Timur Provinsi Maluku — Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur bersama aparat kepolisian terus mendorong peningkatan produksi komoditas pertanian, khususnya jagung, melalui program penanaman jagung serentak di berbagai wilayah. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para petani.
Kegiatan penanaman jagung serentak tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 7 Maret 2026. Program ini merupakan inisiatif Polres Seram Bagian Timur sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian di daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seram Bagian Timur, Sofyan Waraia, S.P, saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (11/3/2026), mengatakan bahwa pihaknya turut berperan aktif dalam mendukung kegiatan tersebut.
Dinas Pertanian memberikan dukungan berupa penyediaan lahan, pembinaan kelompok tani, serta pendampingan teknis kepada para petani dalam proses budidaya jagung,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penanaman tahap awal dilakukan secara simbolis di lokasi Nametimor Breeding Center dengan luas lahan sekitar dua hektar. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pengembangan jagung secara lebih luas di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur.
Secara keseluruhan, penanaman jagung yang dilakukan serentak di beberapa kecamatan sepanjang tahun 2026 telah mencapai sekitar 14 hektar lahan tanam.
Penanaman simbolis dilakukan di lahan sekitar dua hektar di Nametimor Breeding Center. Namun jika dihitung secara keseluruhan di beberapa kecamatan, luas lahan yang telah ditanam jagung mencapai sekitar 14 hektar,” jelasnya.
Pemerintah daerah menargetkan pengembangan jagung di Kabupaten Seram Bagian Timur pada tahun 2026 dapat mencapai sekitar 200 hektar lahan tanam. Meski demikian, hingga saat ini realisasi tahap awal baru mencapai sekitar empat hektar.
Untuk mencapai target tersebut, pengembangan jagung tidak hanya difokuskan pada satu lokasi, tetapi akan diperluas ke sejumlah kecamatan lainnya. Beberapa wilayah yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan di antaranya Kecamatan Bula Barat, Kecamatan Teluk Waru, serta sejumlah desa lainnya.
Dinas Pertanian juga membuka peluang bagi para petani yang berminat mengembangkan komoditas jagung di wilayah masing-masing. Petani yang telah menyiapkan lahan diharapkan dapat melaporkan kepada dinas agar dapat memperoleh dukungan pemerintah.
Bagi petani yang sudah menyiapkan lahan, silakan melaporkan kepada dinas. Kami akan membantu melalui penyediaan benih jagung serta pendampingan teknis dalam proses budidaya,” katanya.
Dalam pelaksanaan kegiatan pertanian di lapangan, peran tenaga pendamping menjadi faktor penting dalam membantu petani meningkatkan produktivitas. Saat ini tercatat sekitar 42 tenaga teknis pertanian telah ditempatkan kembali di kecamatan asal masing-masing untuk membantu kegiatan pendampingan di desa-desa.
Selain itu, di setiap kecamatan juga terdapat koordinator lapangan yang bertugas mengoordinasikan berbagai kegiatan pertanian di wilayahnya.
Target kami pendampingan bisa menjangkau seluruh desa. Namun karena jumlah tenaga masih terbatas, sementara ini satu tenaga teknis mendampingi dua hingga tiga desa sekaligus,” jelas Sofyan.
Pengembangan komoditas jagung di daerah ini dinilai memiliki prospek ekonomi yang cukup baik. Hal tersebut didorong oleh tingginya kebutuhan jagung sebagai bahan baku pakan ternak, sehingga peluang pasar bagi para petani dinilai cukup terbuka.
Saat ini pemerintah menetapkan harga jagung sekitar Rp5.500 per kilogram, sementara di pasaran harga dapat mencapai Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram.
Dengan produktivitas rata-rata sekitar lima ton per hektar, petani berpotensi memperoleh pendapatan yang cukup menjanjikan dalam satu musim tanam.
Jika produktivitasnya sekitar lima ton per hektar dan harga jagung berada di kisaran Rp6.000 per kilogram, maka dalam satu musim tanam sekitar tiga bulan petani bisa memperoleh pendapatan sekitar Rp30 juta per hektar,” jelasnya.
Melalui program penanaman jagung serentak ini, pemerintah daerah berharap terjalin kolaborasi yang kuat antara petani, penyuluh pertanian, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan yang turut mendukung kegiatan di lapangan.
Dengan sinergi tersebut, target pengembangan jagung seluas 200 hektar pada 2026 di Kabupaten Seram Bagian Timur diharapkan dapat tercapai serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perkembangan sektor pertanian daerah. ***( Muhammad Lausepa).













