PENGUATAN ASESMEN BK MADRASAH: Langkah Awal Membangun Generasi yang Lebih Terarah

banner 636x380

Tanah Datar, ForumKota-id – Mewujudkan layanan pendidikan yang utuh tidak hanya cukup dengan pengajaran di kelas semata, tetapi juga butuh pendampingan yang menyentuh aspek mental, emosional, dan spiritual peserta didik. Menyadari hal ini, Kementerian Agama menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan dan Pengembangan Asesmen Bimbingan dan Konseling (BK) Madrasah, yang berlangsung pada Kamis, (11/06) di aula kemenag.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merumuskan instrumen asesmen diagnostik yang lebih baik, sehingga mampu memetakan potensi, kebutuhan, hingga tantangan yang dihadapi peserta didik secara objektif dan menyeluruh. Tujuannya jelas: agar layanan BK ke depannya tidak bersifat umum, tetapi tepat sasaran sesuai kondisi setiap siswa di setiap madrasah di kabupaten Tanah Datar.

banner 636x380

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanah Datar, H. Hendri Pani Dias, menegaskan peran strategis layanan BK sebagai garda terdepan pendampingan siswa. Ia menekankan bahwa keberadaan guru BK memiliki makna yang jauh lebih luas dari pada sekadar menangani masalah kedisiplinan.

“Guru BK bukan tempat membuang berbagai persoalan semata, tetapi sahabat, pendamping, dan penuntun yang membantu peserta didik menemukan jalan terbaik dalam kehidupannya. Di sinilah siswa bisa mengenali kelebihannya, mengatasi kekurangannya, dan membangun kesiapan diri untuk masa depan,” tegas H. Hendri Pani Dias.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad) Bahrul Fahmi, S.AP, menyampaikan bahwa penguatan ini menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan perkembangan zaman dan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Sebagai pembina penyelenggaraan pendidikan di madrasah, kami melihat asesmen yang baik adalah kunci agar layanan BK benar-benar bermanfaat. Dengan data dan pemetaan yang jelas, guru BK bisa memberikan bimbingan yang tepat, tidak hanya bersifat reaktif saat ada masalah, tapi juga bersifat pencegahan dan pengembangan sejak dini,” ungkap Bahrul Fahmi.

FGD ini menghadirkan para akademisi, praktisi, dan pakar di bidang bimbingan dan konseling. Bersama-sama mereka mendiskusikan serta merumuskan langkah-langkah strategis agar layanan BK di madrasah semakin profesional, terukur, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan nyata peserta didik.

Dengan adanya penguatan ini, diharapkan madrasah tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat, emosi yang stabil, serta pemahaman agama yang baik — sehingga tumbuh menjadi generasi yang terarah, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman.***

banner 636x380

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *