Polda NTB Berangkatkan Satu SSK Brimob ke Aceh Tamiang untuk Misi Kemanusiaan

Berita, NTB5 Dilihat
banner 468x60

Forum kota.id Mataram — Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) memberangkatkan ratusan personel Brimob menuju Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Jumat (26/12/2025). Pengiriman pasukan ini dilakukan untuk membantu penanganan bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

banner 336x280

Keberangkatan personel tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Kapolda NTB Irjen Pol Hadi Gunawan, S.H., S.I.K. secara langsung melepas keberangkatan personel di Markas Brimob Polda NTB. Pasukan yang dikirim tergabung dalam satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) dan siap menjalankan misi kemanusiaan di daerah terdampak.

“Hari ini kami melepas 1 SSK Brimob Polda NTB yang diperintahkan oleh Kapolri untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan akibat bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Namun tujuan utama penugasan kali ini adalah Aceh, tepatnya di Aceh Tamiang,” ujar Irjen Pol Hadi Gunawan.

Kapolda NTB menjelaskan, penugasan Brimob NTB dilakukan berdasarkan pertimbangan kinerja satuan tersebut yang selama ini dikenal sigap dan responsif dalam penanganan bencana, baik di wilayah NTB maupun di daerah lain. “Kapolri tentu sudah mengetahui bagaimana kinerja Brimob NTB yang sering turun langsung membantu masyarakat. Jiwa kemanusiaan itulah yang menjadi dasar penugasan ini,” jelasnya.

Dalam misi kemanusiaan tersebut, personel Brimob akan melaksanakan berbagai tugas, mulai dari evakuasi korban hingga membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. “Jika ada korban, mereka akan membantu evakuasi. Bila terdapat kekurangan makanan, mereka akan berkoordinasi dengan instansi terkait agar masyarakat mendapatkan bantuan. Bahkan jika ada jembatan putus, personel juga siap membantu pembangunan jembatan darurat agar jalur bantuan tetap berjalan,” ungkap Kapolda NTB.

Terkait durasi penugasan, Irjen Pol Hadi Gunawan menyampaikan bahwa belum ada batas waktu yang ditetapkan. Lamanya penugasan akan menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat. “Bisa satu minggu, bisa satu bulan. Semua tergantung situasi dan kebutuhan di Aceh. Kami menunggu perintah lebih lanjut dari pimpinan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa keberangkatan personel kali ini lebih mengandalkan kekuatan sumber daya manusia. Dukungan anggaran operasional telah disiapkan sebelumnya untuk menunjang pelaksanaan tugas di lokasi bencana. “Mereka berangkat tanpa membawa logistik besar, hanya manusianya. Selanjutnya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, termasuk terkait layanan kesehatan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Irjen Hadi.

Kapolda NTB menekankan pentingnya pemetaan wilayah terdampak agar tidak ada warga yang terisolasi dan luput dari penanganan, karena keterlambatan respons dapat berdampak serius bagi keselamatan masyarakat. “Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat yang kelaparan, tidak tertangani saat sakit, atau terisolasi. Itu yang paling berbahaya,” tegasnya.

Ke depan, Polda NTB membuka peluang untuk mengirimkan personel tambahan apabila kondisi di lapangan masih membutuhkan dukungan lebih lanjut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *