Semarang | Forum Kota – Adalah “Jayak”, entah sebagai karyawan PT Praba Mas Hill (PMH) atau sebagai pekerja apa, statusnya belum diketahui oleh penulis. Namun ketika penulis mengantarkan Surat Konfirmasi terkait penanganan lingkungan yang tercemar, dan jumlah pajak yang telah dibayarkan PT Praba Mas Hill atas usaha penambangan di Kalialang, kelurahan Sukorejo kecamatan Gunungpati, dia lah yang menerima untuk disampaikan ke kantor.

Tidak mendapatkan jawaban dari PT PMH tentang pajak yang telah dibayarkannya, kemudian penulis yang juga Pemimpin Umum Media Forum Kota dan Fordep, mengirimkan Permohonan Informasi Publik ke PPID Utama Pemkot Semarang yang berkantor di Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian, pada 21 Juli 2026, dan jawaban tertanggal 03 Agustus diterima pada hari Jum’at 07 Agustus 2026.
Dalam jawaban yang ditanda tangani oleh Kepala Dinas Didik Dwi Hartono, SH, KP, MM, tersebut dilampiri data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, disebutkan bahwa wilayah kecamatan Gunungpati mendapat sumber pendapatan Pajak Mineral Bukan Logam Batuan (MBLB) ataupun juga Pajak Galian C, sepanjang tahun 2025 sebesar Rp 55.655.000,-
Mengingat di Kecamatan Gunungpati hanya ada satu perusahaan penambangan galian C, yaitu PT PMH, kemudian penulis pada hari itu juga mengunggah konten di Medsos (Tiktok) PT Forum Kota Mediatama yang merupakan Akun Medsos dari Media Forum Kota dan Fordep. Konten berupa photo penulis dengan latar belakan Galian C Kalialang tersebut diberi caption : “Galian C Kalialang Hanya Sumbang Pajak 55,65 juta/Tahun ? PARAH….!!!”
Dan hari ini, Sabtu 08/08 pada jam 19:48, saat penulis sedang berkendara, menerima pesan WhatsApp dari Jayak berupa gambar postingan penulis disertai kata tidak senonoh : “maksudmu opo ki, cuk ?”
Sesampai di rumah, penulis pun membalas pesan tersebut, mempertanyakan maksud pesan dari Jayak. “Maksudmu opo ngunekno aku Dancuk ?” tanya penulis.
Beberapa saat kemudian, Jayak melakukan panggilan telpon, dengan nada tinggi dan kalimat kasar bagaikan preman, bahkan mengeluarkan ancaman akan melakukan tindakan pada penulis dan keluarganya. Dan penulis pun meladeninya dengan nada tinggi pula.
Setelah bebebarapa kali berbalas pesan, dan penulis tetap konsisten mengirimkan Pesan Teks, sedangkan Jayak menggunakan Voice Note, lalu penulispun mengirimkan pesan dengan isi : “Preman Galian C Kalialang Lontarkan Kata Tak Senonoh dan Ancam Wartawan Beserta Keluarganya”, dan setelah itu Jayak mengelak, tidak mengakui bahwa dia telah melontarkan Ucapan-ucapan berupa Ancaman. Dan yang lebih parahnya dalam pengingkaran, dia menghapus pesannya yang berisi “maksudmu opo ki, cuk ?” , namun sayangnya, penulis telah membackup semua pesan dengan melakukan screenshot, dan Merekam Semua Ucapan dari telpon whatsapp menggunakan handphone cadangan…










