Forum kota id. KEKERI, LOMBOK BARAT — Minggu -10 Mei -2026 .Panitia pembentukan Jamiyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah, atau Jatma Aswaja, menggelar rapat koordinasi di wilayah Kekeri, Lombok Barat. Pertemuan ini menjadi langkah awal konsolidasi organisasi thariqah yang selama ini berfokus pada penguatan nilai spritual,keagama2n kebangsaan, dan kemasyarakatan.
Rapat berlangsung pada pekan ini dengan dihadiri sejumlah tokoh thariqah, perwakilan pesantren, dan elemen masyarakat setempat. Agenda utama adalah menyusun struktur panitia, merumuskan program kerja awal, dan memetakan potensi jamaah di wilayah Lombok Barat.
Jatma Aswaja sendiri merupakan wadah yang menghimpun para pengamal thariqah mu’tabarah di bawah naungan Ahlussunnah wal Jamaah. Organisasi ini telah aktif melakukan pelantikan pengurus wilayah dan cabang di beberapa provinsi, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten sepanjang akhir 2025. Aktivitasnya mencakup penguatan spiritualitas, ikrar bela negara lintas agama, serta kegiatan sosial kemanusiaan.
*Fokus Kekeri: Menjembatani Tradisi dan Kebutuhan Masyarakat*
Pondok pesantren Nurul Islam Kekeri, dipilih sebagai titik awal pembentukan karena posisinya yang strategis di Lombok Barat dan sejarah panjang tradisi keagamaan masyarakatnya. Para peserta rapat menyepakati bahwa kehadiran Jatma Aswaja di daerah NTB tidak hanya untuk menjaga sanad keilmuan thariqah, tetapi juga menjawab tantangan sosial yang dihadapi warga.
“Organisasi thariqah bukan sekadar ruang zikir. Ia harus bermanfaat bagi masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi umat, maupun ketahanan sosial,” demikian semangat yang disampaikan dalam pembahasan rapat, selaras dengan arahan PB Jatma Aswaja yang disampaikan Habib Luthfi bin Yahya beberapa waktu lalu.
Panitia yang terbentuk nantinya akan bertugas menyusun data jamaah, melakukan silaturahmi ke majelis-majelis thariqah yang sudah ada, serta menjalin komunikasi dengan tokoh agama dan pemerintah desa. Pendekatan ini dinilai penting agar Jatma Aswaja tumbuh dari akar lokal, bukan dipaksakan dari luar.
*Struktur dan Tahapan Pembentukan*
Dalam rapat, peserta membagi tugas ke dalam beberapa bidang: keorganisasian, dakwah dan pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta hubungan kelembagaan. Setiap bidang diberi mandat untuk menyiapkan kerangka kerja selama tiga bulan ke depan.
Tahapan berikutnya adalah musyawarah pembentukan pengurus cabang Jatma Aswaja Lombok Barat. Jika berjalan sesuai rencana, pembentukan akan dilakukan pada hari rabo- 14 -05 – 2026 di same hotel .
Keterlibatan tokoh muda dan santri juga menjadi catatan penting. Panitia berharap regenerasi dalam thariqah tidak terputus, sehingga nilai-nilai adab, istiqamah, dan khidmah bisa diteruskan ke generasi berikutnya.
*Thariqah dan Ruang Publik*
Kehadiran Jatma Aswaja di Lombok Barat tidak terlepas dari dinamika kebangsaan. Beberapa waktu lalu, Jatma Aswaja menggelar doa bersama untuk keselamatan bangsa menyikapi bencana banjir di Sumatera. Sikap ini menunjukkan bahwa thariqah tidak hidup dalam ruang tertutup, tetapi turut merespons persoalan publik.
Di pondok pesantren Nurul Islam Kekeri, panitia sepakat menjadikan pendekatan dakwah cinta sebagai basis gerakan. Konsep ini menekankan cinta kepada Allah, Rasul, ulama, bangsa, dan sesama manusia. Dengan kerangka itu, Jatma Aswaja diharapkan menjadi penyejuk di tengah polarisasi dan menjadi jembatan antara pesantren, masyarakat, dan negara.
*Tantangan dan Harapan*
Membentuk organisasi di tingkat daerah tentu bukan tanpa tantangan. Salah satunya adalah memastikan legitimasi keilmuan dan sanad thariqah yang diakui. Untuk itu, panitia menegaskan akan berkoordinasi penuh dengan PB Jatma Aswaja agar proses administrasi dan pengakuan struktur berjalan sesuai kaidah.
Selain itu, penguatan literasi keagamaan di tengah masyarakat menjadi kebutuhan. Banyak warga yang sudah mengamalkan zikir dan wirid thariqah secara turun-temurun, namun belum terorganisasi dalam wadah resmi. Rapat ini menjadi pintu masuk untuk menata kembali potensi itu agar lebih sistematis.
Harapannya, Jatma Aswaja di NTB dapat menjadi model kolaborasi antara tradisi thariqah dan pembangunan sosial. Jika konsolidasi berjalan baik, Lombok Barat berpotensi menjadi salah satu simpul kuat Jatma Aswaja di Nusa Tenggara Barat.
Rapat ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk segera menggelar pertemuan lanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan susunan panitia akan disampaikan setelah hasil rapat difinalisasi.
Reporter: hendra
