MUARA ENIM – Penangkapan Bupati Muara Enim disambut dengan aksi syukuran oleh LSM PST bersama SIRA.
Sebagai bentuk ekspresi rasa syukur sekaligus simbol apresiasi terhadap proses penegakan hukum, kedua organisasi tersebut menggelar penyembelihan 1 ekor sapi dan membagikan dagingnya kepada panti asuhan serta anggota organisasi.
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana sederhana namun penuh antusias itu disebut sebagai bentuk dukungan moral terhadap upaya pemberantasan dugaan praktik penyalahgunaan kewenangan dan penegakan hukum yang dinilai harus berjalan tanpa pandang bulu.
Perwakilan PST dan SIRA menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan ditujukan untuk merayakan persoalan pribadi seseorang, melainkan sebagai bentuk harapan agar proses hukum di Indonesia dapat berjalan secara transparan, adil, dan memberikan efek perbaikan terhadap tata kelola pemerintahan.
“Ini bukan soal kegembiraan atas musibah yang menimpa seseorang, tetapi bentuk rasa syukur karena aparat penegak hukum menunjukkan bahwa hukum harus berlaku untuk siapa saja tanpa memandang jabatan,” ujar perwakilan kegiatan.
Daging dari hasil penyembelihan sapi kemudian dibagikan kepada sejumlah panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial. Sebagian lainnya dibagikan kepada anggota PST dan SIRA yang ikut dalam kegiatan tersebut.
Mereka menilai momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh penyelenggara pemerintahan agar lebih berhati-hati dalam menjalankan amanah jabatan dan menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas serta transparansi.
PST dan SIRA juga berharap proses hukum yang berjalan dapat dilakukan secara profesional, terbuka, serta tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap.
Kegiatan berbagi tersebut ditutup dengan doa bersama agar penegakan hukum di Indonesia semakin kuat dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara terus meningkat.(Red)
Rasa Syukur atas Ditangkapnya Bupati Muara Enim, LSM PST dan SIRA Sembelih 1 Ekor Sapi, Daging Dibagikan ke Panti Asuhan dan Anggota












