Ribath Imam Al-Ghazali Gelar Bakti Sosial Haul XI

banner 468x60

Forumkota.id – Ribath Imam Al-Ghazali NWDI menggelar rangkaian bakti sosial dalam rangka Haul ke-XI yang dipusatkan di Komplek Ribath Imam Al-Ghazali, Kelurahan Sekarteja, Sabtu (6/12).

Kegiatan bertema “Bersama untuk Sesama Merajut Ukhuwah” tersebut menghadirkan sejumlah layanan kemasyarakatan, mulai dari santunan anak yatim piatu, khitanan gratis, hingga pengobatan gratis.

banner 336x280

Pelaksanaan bakti sosial mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, MIM Foundation, LIDI Foundation, Pengurus Masjid Al-Ittihad Sekarteja, LKS Pulih Jiwa Pancor Bermi, Alumni Ribath Imam Al-Ghazali, serta berbagai mitra lainnya.

Mudir Ribath Imam Al-Ghazali, TGH Munawir Ghazali, mengatakan ribath sejak awal dibangun berlandaskan tiga corak utama—pendidikan, sosial, dan dakwah. Selama ini dua aspek pertama berjalan aktif melalui kegiatan belajar, pengajian, serta pembinaan santri. Namun, ia menegaskan bahwa penguatan aspek sosial menjadi prioritas agar ribath tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga pusat kepedulian masyarakat.

“Kegiatan bakti sosial ini bukan sekadar rangkaian peringatan haul, tetapi wujud kesadaran bahwa problem sosial hari ini semakin kompleks dan membutuhkan perhatian bersama,” ujarnya.

Ia mengungkapkan masih banyak keluarga kurang mampu yang kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar, termasuk biaya khitan bagi anak-anak. Di tengah birokrasi pelayanan kesehatan yang kerap dianggap rumit, kegiatan pengobatan dan khitanan gratis dinilai menjadi solusi cepat bagi masyarakat.

Selain itu, perhatian terhadap anak yatim menurutnya adalah amanah yang ditegaskan dalam ajaran Islam. “Mengabaikan anak yatim bukan hanya masalah sosial, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan religius,” katanya.

Santunan anak yatim piatu tahun ini menjangkau tiga kelurahan: Pancor, Sekarteja, dan Sandubaya. Panitia menargetkan 200 penerima santunan, sementara layanan pengobatan gratis diperkirakan diikuti sekitar 250 peserta. Untuk khitanan gratis, panitia menyiapkan metode konvensional dan membuka pendaftaran tambahan selain lima peserta awal.

Dalam kesempatan itu, TGH Munawir juga menyoroti persoalan sosial yang kerap luput dari perhatian publik. Ia menilai bencana sosial seperti kemiskinan, rendahnya akses kesehatan, dan kurangnya perhatian terhadap anak yatim sering kali tidak dianggap darurat, meskipun dampaknya sangat mendasar.

“Bakti sosial ini bukan sekadar bantuan sesaat, tetapi upaya membangun kembali kepedulian dan kesadaran bahwa merawat masyarakat adalah tugas bersama,” tegasnya.

Ia berharap program serupa dapat digelar lebih besar dan terstruktur pada tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak pihak. “Semoga kepedulian sosial semakin tumbuh sehingga masalah-masalah di masyarakat bukan hanya diperbincangkan, tetapi benar-benar diatasi dengan langkah konkret,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi dan dukungan berbagai elemen, kegiatan bakti sosial Haul XI Ribath Imam Al-Ghazali diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk menebar manfaat, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan kepedulian nyata di tengah masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *