Forum Kota| Palembang – Sorotan terhadap pengelolaan anggaran di SMKN 6 Palembang kembali menguat setelah muncul pernyataan yang diklaim berasal dari Kepala Sekolah, Seriyani, terkait pemberitaan yang sedang ramai diperbincangkan di sejumlah media online.
Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak yang mengikuti perkembangan isu tersebut, kepala sekolah disebut menanggapi santai pemberitaan yang beredar. Dalam pernyataan yang diklaim disampaikan kepada seorang wartawan, disebutkan: “Sudah biarkan saja, baru-baru ini sudah diperiksa BPK, abaikan saja berita dari Hidayat, itu data lama.
Mau viral juga tidak apa-apa.” beber nya.
Namun demikian, pernyataan tersebut
belum dapat diverifikasi secara independen dan masih memerlukan konfirmasi langsung dari pihak Kepala SMKN 6 Palembang agar konteks utuh pernyataan dapat diketahui.
Di sisi lain, muncul desakan dari sejumlah pihak agar persoalan ini tidak berhenti pada perdebatan di ruang publik. Mereka meminta aparat pengawas internal pemerintah serta aparat penegak hukum melakukan penelusuran terhadap seluruh dokumen penggunaan anggaran apabila terdapat dasar atau indikasi yang perlu diperiksa.
Menurut pengamat tata kelola publik, pemeriksaan rutin oleh lembaga audit tidak serta-merta menutup kemungkinan adanya evaluasi lanjutan apabila ditemukan laporan baru, data tambahan, atau dugaan ketidaksesuaian administrasi maupun pelaksanaan di lapangan. Karena itu, setiap pihak diminta tetap membuka ruang klarifikasi dan menghormati proses hukum.
Dalam konteks investigasi, terdapat beberapa hal yang lazim menjadi objek pemeriksaan, antara lain:
kesesuaian realisasi anggaran dengan dokumen pelaporan;
bukti pelaksanaan kegiatan;
pengadaan barang dan jasa;
kecocokan antara data administrasi dan kondisi lapangan;
serta mekanisme pertanggungjawaban penggunaan dana
.
Pihak yang menyampaikan kritik meminta agar inspektorat, auditor terkait, dan aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara objektif dan transparan apabila memang terdapat laporan resmi atau temuan yang memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak SMKN 6 Palembang yang menjawab secara rinci terkait pernyataan yang beredar maupun tudingan yang berkembang di publik.
