Semarang | Forum Kota | Bank Jateng sebagai Bank Kebanggaan Orang Jawa Tengah dikenal sebagai lembaga yang humanis, penuh keramahan, seperti halnya standar layanan perbankan konvensional lainnya.
Namun sayang, ternyata di balik itu ada arogansi dan keangkuhan yang dibalut dengan keramahan.
Betapa tidak, media ini yang memiliki ikatan kerjasama dalam Branding Awaraness pun tidak diperbolehkan untuk berada dalam ruangan Humas yang menyatu dengan ruang Sekper.
Hal itu terjadi saat Pemimpin Umum Media ini bermaksud menyampaikan Tagihan Bulanan pada staf Sekper yang bernama Vidya, Senin Siang 04/05.
Pemimpin Umum Media ini yang sudah berada dalam ruangan kemudian digiring oleh Vidya untuk ke luar, dan dikatakannya untuk selanjutnya cukup berurusan di luar ruangan saja.
“Pak Bagus, ini kan Office, jadi lain waktu cukup di sini saja ya”, ujar Vidya sambil menunjuk kursi ruang tunggu.
Mendengar perkataan Vidya, penulis pun hanya termangu, dan hanya mengatakan “iya…”
Setelah penulis menyelesaikan kiriman berita yang dikirim Vidya, barulah kemudian menyampaikan komplain dan uneg-unegnya.
Bahwa sebagai kapasitas nya yang sedang menjalankan proses bisnis, mengapa tidak boleh berada dalam kantor ?
Benarkah Standar Layanan Bank Jateng saat ini menjadi angkuh…?
Padahal, hanya dengan kapasitas sebagai wartawan saja pun, banyak petinggi yang dengan welcome nya mau menerima di ruang kerja pejabat. *** Bagus BS












