Surge (WIFI) Tidak Perlu Khawatir tentang Harga Dasar Lelang Frekuensi 1,4 GHz

Berita110 Dilihat
banner 468x60

,JAKARTA— PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (Wi-Fi) atau Surge mengatakan masih melakukan peninjauan komprehensif terkait partisipasinya dalam lelang pitafrekuensi1,4 GHz. Mereka menegaskan tidak mempermasalahkan harga dasar lelang.

Mengenai nilai dasar lelang 1,4 GHz, Direktur Eksekutif Surge Yune Marketatmo mengatakan perusahaan menyerahkan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

banner 525x280

Perusahaan optimis kehadiran frekuensi ini sejalan dengan misi untuk menyediakan internet cepat dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Surge menjadi salah satu dari tujuh perusahaan telekomunikasi yang telah mendaftar pada sistem lelang elektronik (e-auction), yang merupakan persyaratan awal untuk mengikuti seleksi frekuensi tersebut. Surge berpartisipasi melalui anak perusahaannya, PT Telemedia Komunikasi Pratama.

“Sementara mengenai penetapan nilai dasar lelang itu merupakan kewenangan penuh regulator,” kata Yune saat dihubungi Bisnis, Rabu (20/8/2025).

Menurut Yune, hal yang paling penting bagi perusahaan adalah bagaimana hasil lelang dapat mendorong pemerataan akses internet sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.

Diketahui Surge mencatat pendapatan sebesar Rp513,4 miliar, tumbuh 66,17% secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp309 miliar pada semester I/2025.

Pendapatan tersebut terdiri dari iklan sebesar Rp232,8 miliar, bandwidth sebesar Rp241,2 miliar, sewa core sebesar Rp31,4 miliar, colocation sebesar Rp1,15 miliar, serta layanan telco yang dikelola sebesar Rp7,5 miliar. Sementara itu, laba bersih perusahaan sebesar Rp227 miliar.

Sementara itu, berita yang beredar, nilai dasar lelang frekuensi 1,4 GHz mencapai Rp400 miliar per wilayah untuk 80 MHz. Dengan perkiraan harga per MHz sebesar Rp5 miliar.

Informasi lain menyebutkan harga dasar lelang 1,4 GHz sebesar Rp230 miliar per wilayah, yang berarti lebih murah.

Dalam skema nilai dasar lelang, harga dasar diambil sebagai yang terendah sebesar Rp230 miliar, maka pada tahun pertama pemenang akan membayar uang muka gratis 2x dari nilai yang mereka tawarkan, ditambah 1x pembayaran untuk tahun tersebut. Artinya, pemenang harus membayar sekitar Rp690 miliar. Nilai tersebut berpotensi berubah karena ada proses tawar-menawar.

Jika menggunakan skema Rp400 miliar per regional, maka pada tahun pertama jumlah yang dibayarkan mencapai Rp1,2 triliun. Jumlah tersebut lebih mendekati nilai yang dibayarkan pemenang lelang pada lelang terakhir pita 2,1 GHz.

Perusahaan mencoba memverifikasi berita tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Hingga berita ini diturunkan, Komdigi belum memberikan jawaban.

Sebelumnya, Komdigi secara resmi membuka seleksi pengguna pita frekuensi 1,4 GHz melalui Pengumuman Nomor: 1/SP/TIMSEL1,4/KOMDIGI/2025 pada 28 Juli 2025. Frekuensi yang dilelang berada pada rentang 1.432–1.512 MHz untuk layanan Time Division Duplexing (TDD) di sejumlah wilayah Indonesia.

Pada 14 Agustus 2025, Komdigi melalui Tim Seleksi mengumumkan tujuh perusahaan yang mengambil akun e-auction sebagai syarat kepesertaan, yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., PT XLSMART Telecom Sejahtera, PT Indosat Tbk., PT Telemedia Komunikasi Pratama, PT Netciti Persada, PT Telekomunikasi Selular, dan PT Eka Mas Republik.

Pengambilan akun e-auction dilakukan pada 11–13 Agustus 2025 di Sekretariat Tim Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 1,4 GHz, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat. Sementara itu, dokumen seleksi dapat diunduh secara daring mulai 11 Agustus 2025 pukul 09.00 WIB hingga 20 Agustus 2025 pukul 15.00 WIB.

Komdigi menegaskan seleksi ini bertujuan untuk menentukan pengguna pita frekuensi radio 1,4 GHz di seluruh regional, sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 13 Tahun 2025 tentang Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio pada pita 1,4 GHz. Seleksi ini juga ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan spektrum bagi layanan akses nirkabel pita lebar.

Melalui lelang ini, pemerintah berharap dapat memperluas jangkauan akses internet berbasis jaringan pita lebar tetap (fixed broadband), menyediakan layanan dengan harga terjangkau sesuai rata-rata konsumsi rumah tangga telekomunikasi di wilayah pedesaan, meningkatkan kecepatan unduh, serta mempercepat penyebaran jaringan serat optik.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *