Tekan Risiko Penyakit Menular, Mahasiswa KKN UPGRIS Latih Ibu PKK Desa Brumbung Membuat Sabun Mandiri

 

DEMAK, 6 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci tangan mandiri bersama ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Kegiatan tersebut berlangsung di GOR Desa Brumbung pada Rabu (5/8/2026) pukul 16.00 WIB.

Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tangan. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko penularan kuman penyebab penyakit pencernaan dan infeksi di lingkungan keluarga.

Koordinator mahasiswa KKN UPGRIS di Desa Brumbung Syuhada Ulinuhu, mengatakan tangan kotor dapat menjadi salah satu jalur masuknya kuman ke dalam tubuh.

“Mencuci tangan hanya dengan air biasa tidak bisa menghilangkan kuman. Dampaknya, anak-anak rentan sakit pencernaan. Melalui sabun buatan sendiri, kami ingin setiap rumah dapat memotong risiko penyakit,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS memberikan penjelasan mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun. Mahasiswa juga mempraktikkan secara langsung proses pencampuran bahan untuk membuat sabun cuci tangan.

Setelah demonstrasi, ibu-ibu PKK diberi kesempatan mencoba meracik sabun secara mandiri. Peserta tidak hanya menyaksikan praktik, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan sehingga kegiatan berlangsung interaktif dan produktif.

Ibu Lurah Desa Brumbung Nur Masidah menyambut baik pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN UPGRIS. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menambah pengetahuan ibu-ibu PKK mengenai cara membuat sabun cuci tangan dengan bahan yang mudah diperoleh.

“Kami jadi tahu cara membuat sabun cuci tangan. Ternyata mudah dan bahannya juga terjangkau. Bahannya mudah dicari atau dibeli sehingga bisa lebih hemat,” ujarnya.

Ia juga menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi ibu-ibu PKK karena dapat menambah keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kegiatannya bagus sekali karena dapat menambah ilmu bagi ibu-ibu PKK,” katanya.

Sementara itu, salah satu peserta, Ibu Puji Pusvitasari, mengatakan pelatihan tersebut sangat bermanfaat bagi keluarganya. Menurutnya, sabun cuci tangan sering digunakan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, terutama sebelum dan sesudah makan.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena di dalam keluarga kita sering menggunakan sabun cuci tangan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, misalnya mencuci tangan sebelum dan sesudah makan,” ujar Puji.

Puji mengaku tertarik mempraktikkan kembali pembuatan sabun cuci tangan di rumah. Ia juga menerima brosur yang berisi bahan dan langkah-langkah pembuatan sabun.

“Saya ingin ikut membuat sabun cuci tangan tersebut. Kami juga sudah diberi brosur berisi bahan dan langkah-langkah cara pembuatannya,” katanya.

Selain menambah keterampilan, pembuatan sabun mandiri dinilai dapat membantu menghemat pengeluaran rumah tangga. Dengan membuat sabun sendiri, warga dapat menghasilkan lebih banyak sabun menggunakan bahan yang mudah diperoleh.

“Kegiatannya sangat bagus karena berguna dan dapat menghemat belanja. Dengan membuat sabun sendiri, kita bisa menghasilkan lebih banyak sabun sehingga pengeluaran menjadi lebih hemat,” ujar Puji.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS berharap masyarakat Desa Brumbung dapat menerapkan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong warga menyediakan sarana kebersihan yang terjangkau di tingkat rumah tangga.

Pada akhir kegiatan, hasil praktik pembuatan sabun dibagikan kepada peserta. Acara kemudian dilanjutkan dengan kuis kesehatan dan pembagian hadiah bagi peserta yang berhasil menjawab pertanyaan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan bentuk kebersamaan antara mahasiswa KKN UPGRIS dan ibu-ibu PKK Desa Brumbung. *** Tim KKN Upgris