FORUM KOTA | LAMPUNG TENGAH – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi menggelar peletakan batu pertama (groundbreaking) program perbaikan jalan tahun anggaran 2026. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas dan kenyamanan masyarakat.
Acara ditandai langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di ruas Kalirejo–Bangun Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, Jum’at (3/4/2026).
Gubernur yang akrab disapa kiyay Mirza menyampaikan, pekerjaan perbaikan infrastruktur ini telah dimulai sejak 1 April 2026 melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung.
“Sejak 1 April lalu, perbaikan jalan sudah mulai berjalan. Ini merupakan bagian dari kontrak yang telah direncanakan sebelumnya, khususnya untuk wilayah Lampung Tengah. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada September mendatang,” ujar Mirza.
Tiga ruas jalan yang menjadi prioritas penanganan dalam program ini, yaitu :
1. Ruas Bangunrejo–Kalirejo sepanjang 7 km
2. Ruas Kalirejo–Padang Ratu sepanjang 6 km
3. Ruas Padang Ratu–Pekurun Udik sepanjang 4 km
Total panjang jalan yang diperbaiki mencapai sekitar 16 kilometer.
Mirza menjelaskan, seluruh ruas tersebut akan dibangun menggunakan konstruksi rigid beton. Pemilihan jenis konstruksi ini bertujuan agar jalan lebih kuat, tahan lama, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan.
Selain mengejar target waktu, Pemprov Lampung juga menempatkan kualitas sebagai prioritas utama. Setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai standar teknis yang ketat dan terdokumentasi secara transparan.
“Kami ingin memastikan setiap proses berjalan sesuai spesifikasi. Dengan sistem dokumentasi yang baik, kualitas pekerjaan bisa terjaga dan mudah ditelusuri jika diperlukan evaluasi,” tegasnya.
Untuk menjaga mutu, pengawasan dilakukan secara komprehensif mulai dari pengujian material di laboratorium hingga penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.
“Kualitas material dan pekerjaan menjadi perhatian utama. Pengujian akan dilakukan secara berkala agar hasilnya benar-benar optimal,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mirza juga menegaskan bahwa perbaikan jalan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari solusi terpadu. Pemerintah juga memperhatikan aspek drainase hingga manajemen logistik agar lebih efisien.
Salah satu langkah strategis yang didorong adalah peningkatan nilai tambah komoditas di tingkat desa, seperti proses pengeringan hasil pertanian sebelum didistribusikan. Langkah ini dinilai mampu mengurangi beban angkutan sehingga jalan lebih awet, sekaligus meningkatkan efisiensi ekonomi.
“Dengan pengelolaan yang lebih baik dari hulu, kita tidak hanya menjaga jalan tetap awet, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.
Melalui program ini, Mirza berharap masyarakat dapat segera merasakan manfaat jalan yang lebih baik, nyaman, dan berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat Lampung dapat segera merasakan manfaat jalan yang lebih baik. Ini adalah komitmen kami untuk terus menghadirkan pembangunan yang berkualitas dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” pungkas Gubernur.













