, Sleman– Tour de Merapi di Kabupaten Sleman kembali diadakan.
Kegiatan tahunan yang disusun dengan baikpariwisata olahraga, melaluitouringSepeda motor santai ini berhasil menarik ribuan peserta dari berbagai daerah.
Mereka bukan hanya sekadar berkeliling ke sejumlah destinasi wisata di Sleman timur dan utara, tetapi diharapkan dapat menjadi agen promosi wisata untukBumi Sembada.
“Karena ini sudah masuk semester dua di tahun 2025, harapannya menjadi pengingat destinasi wisata (di Sleman). Apalagi ada 18 persen peserta dari luar daerah, diharapkan ini bisa membawanada“positif,” kata Kepala Bidang Promosi Wisata, Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto.
Tour De Merapi diadakan pada hari Minggu (27/7/2025) dengan titik startmulaidari Lapangan Pemda Kabupaten Sleman dengan diikuti oleh 500 sepeda motor.
Satu sepeda motor diisi dua orang yang berarti ada 1.000 peserta. MerekatouringTenang dengan melewati beberapa pos.
Dimulai dari Lapangan Pemda menuju pos satu di Museum Monjali, kemudian ke timur dengan titik pos dua di Bakpia Juara Satoe di Berbah. Pos tiga berada di Obelix Hill, Prambanan.
Selama proses pengecekan di pos pemberhentian ini, peserta diperbolehkan untuk mengambil foto dan mengabadikan momen di destinasi wisata yang dilewati.
“Yang luar biasa di Monjali dan Bukit Obelix ini titik posnya berada di dalam (destinasi), peserta bisa menjelajahi tempat tersebut,” katanya.
Lepas dari Prambanan, peserta-pesertatouringmotor ini diajak melewati rute menantang ke destinasi wisata di lereng Gunung Merapi.
Pos keempat berada di Desa Wisata Bulak Salak di Cangkringan.
Sementara titik finish berada di Bukit Klangon. Di tempat ini, menjadi lokasi terakhir sekaligus tempat pengundian hadiah.
Rute yang dilalui oleh ribuan peserta ini sengaja disiapkan dengan tujuan untuk dapat menjelajahi destinasi wisata bagian Sleman timur dan utara.
“Di bagian barat sudah kami eksplorasi. Sekarang arahnya ke timur. Jika ada kesempatan lagi, kita akan mencoba mengeksplorasi Sleman barat dan timur akan kita gabung,” katanya.
Peristiwaberlangsung meriah. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa ikut berkendara di barisan peserta.
Menurut Danang, Tour de Merapi merupakan acara berkendara sepeda motor yang mendapat respons baik dari masyarakat, terutama para penggemar touring.
Ia mengatakan, penyelenggaraan acara ini masih seperti tahun sebelumnya, bertujuan untuk mempromosikan pariwisata di Kabupaten Sleman.
“Karena jalur dan pos yang dilalui melewati sejumlah destinasi di Kabupaten Sleman. Setelah berada di pos, peserta bisa mengambil foto dan video, yang akan dipromosikan,” katanya.
Selain itu, kegiatan touring santai yang didukung pihak Kepolisian ini juga merupakan upaya promosi kesadaran berlalu lintas bagi masyarakat.
Karena, kendaraan yang digunakan harus sesuai standar, menjadi persyaratan wajib peserta.
Kemudian ada kelengkapan dokumen kendaraan, memiliki surat izin mengemudi dan menggunakan perlengkapan berkendara sepeda seperti spion hingga helm.













