Semarang | Forum Kota – Viral di media sosial tiktok, Wakil Walikota Semarang Iswar Aminuddin Murka pada pedagang Bubur Ayam Ryan saat mengunjungi PKL Minggu di Jalan Imam Barjo Kawasan Simpang Lima, Minggu 24/8.
Dalam Video TikTok yang diunggah akun Radar Semarang @jpradarsemarang yang mendapatkan 431 ribu tayangan dan 8373 Like itu, terlihat Wakil Walikota mendatangi karyawan Bubur Ayam Ryan yang Tengah membuang “limbah” air cucian sisa bubur ayam ke dalam selokan yang ada di jalan tersebut.
Sontak saja Orang Nomor Dua di Kota Semarang tersebut menegur pekerja bubur ayam Ryan dan mendatangi pemiliknya kemudian melayangkan teguran yang sangat menohok.
“Begini ya kelakuannya. Buang-buang di saluran, tak suruh tutup aja sekalian ya ? ini punya warga Semarang, bukan punya Ryan”, ujar Iswar Aminuddin pada pemilik usaha bubur ayam tersebut.
Tidak sampai di situ kemarahan Iswar, kemudian dia juga memerintahkan pada crew yang menyertainya agar memviralkan kejadian tersebut.
“Viralkan Ki’, Ryan Jangan Dibelanjakan. Tutup…!”, tandas Iswar.
Beragam komentar pun dilayangkan netizen, baik pro maupun kontra. Namun yang perlu digaris bawahi adalah Pesan dan Kesan dari ucapan “Viralkan, Jangan Belanjakan, dan Tutup”. Ada yang menuding Wakil Walikota tersebut Menutup Rejeki Orang, Menutup Usaha dan Pekerjaan Orang, sedangkan Pemerintah sendiri Tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
Dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Wakil Walikota Semarang Iswar Aminuddin membantah tudingan tersebut, dan tidak merasa mengatakan hal tersebut.
“Masa’k sih saya mau menutup usaha kecil yang seharusnya kita bina ?” ujarnya.
Namun Ketika ditunjukkan video tersebut, Iswar menyadari telah salah ucap, karena emosional yang disebabkan banyaknya keluhan warga tentang kebersihan. Menurutnya, sudah seringkali pihak Pemkot Semarang melakukan teguran pada semua Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) untuk menjaga kebersihan di lingkungan usahanya, menyediakan kantong-kantong sampah dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah (TPS).
“Di area situ kan dekat dengan Kantor Gubernur, juga dekat dengan Kawasan Simpang Lima. Kalau sampai saluran air nya bau, banyak sampah, yang disalahkan tentu Pemkot Semarang. Jadi konteksnya saat itu memang teguran keras agar warga mendisiplinkan diri tidak membuang kotoran apapun ke saluran air”, terangnya.
Ditambahkan Iswar, pihak Pemkot tidak akan menutup usaha warganya, apalagi yang tergolong kreatif sepanjang memenuhi ketentuan yang ada.
“Perwal (Peraturan Walikota) nya kan sudah lama ada mas, tiap pedagang PKL diwajibkan menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya, konteksnya seperti itu. Tidak Penutupan usaha Bubur Ayam Ryan. Dalam waktu dekat akan kami undang yang bersangkutan untuk komunikasi dan pembinaan”, pungkasnya. *** @GusBS
Ikuti Saluran Forum Kota di WhatsApp












